Menyelam, Risiko, dan Rasa Hormat kepada Laut
- Timur Angin untuk VIVA Jatim
Tubuh manusia sebenarnya tidak dirancang hidup di bawah air. Semakin dalam penyelaman dilakukan, tekanan air meningkat. Udara yang dihirup menjadi lebih padat, napas terasa lebih berat, konsumsi udara meningkat lebih cepat, dan tubuh menyerap lebih banyak nitrogen. Pada kedalaman tertentu, diver juga dapat mengalami nitrogen narcosis, kondisi yang memengaruhi konsentrasi dan pengambilan keputusan.
Dalam diving, kepanikan sering membuat masalah kecil berubah menjadi besar. Masker kemasukan air, arus sedikit lebih kuat, atau kehilangan orientasi sesaat sebenarnya masih dapat diatasi dengan prosedur yang benar. Karena itu ketenangan menjadi bagian penting dalam pelatihan diving. Karena itu dunia diving membedakan penyelaman menjadi beberapa kategori dengan tingkat risiko yang berbeda.
Mayoritas wisata diving di dunia masuk kategori recreational diving. Pada level Open Water Diver, batas kedalaman umumnya sekitar 18 meter. Advanced Open Water biasanya sampai sekitar 30 meter. Dalam recreational diving, batas maksimum absolut yang masih dianggap area rekreasional adalah sekitar 40 meter untuk diver berpengalaman dan kondisi tertentu.
Mengapa 40 meter menjadi batas penting? Karena setelah melewati kedalaman tersebut, risiko fisiologis meningkat jauh lebih besar. Nitrogen narcosis menjadi lebih kuat, udara terasa semakin padat, konsumsi gas meningkat drastis, dan risiko oxygen toxicity mulai menjadi perhatian serius. Kesalahan kecil di kedalaman seperti itu dapat berkembang cepat menjadi situasi darurat.
Karena itu, penyelaman di atas 40 meter umumnya sudah masuk kategori technical diving. Technical diving bukan sekadar “diving lebih dalam”. Technical diving merupakan disiplin khusus yang membutuhkan pelatihan tambahan, sertifikasi tambahan, redundansi sistem keselamatan, prosedur dekompresi, serta perencanaan yang jauh lebih kompleks.
Pada technical diving, penyelam sering menggunakan tabung ganda, stage tank, campuran gas khusus seperti nitrox atau trimix, decompression stop bertahap, guideline dalam cave diving, hingga backup regulator dan sistem buoyancy cadangan. Penyelaman seperti cave diving, wreck penetration, atau deep diving di atas 40 meter memang memiliki daya tarik tersendiri, tetapi sebenarnya lebih dekat ke operasi teknis daripada wisata rekreasi biasa.