Menyelam, Risiko, dan Rasa Hormat kepada Laut
- Timur Angin untuk VIVA Jatim
Karena diving sebenarnya bukan kompetisi. Tidak ada medali untuk penyelam terdalam. Tidak ada trofi untuk penyelam paling nekat. Yang paling penting dalam diving sesungguhnya sederhana: semua bisa naik kembali ke permukaan dengan selamat.
Keselamatan diving dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan disiplin. Memilih operator diving yang profesional, briefing yang jelas, buddy check sebelum masuk air, memahami batas sertifikasi, menjaga buoyancy, memantau depth dan air secara rutin, naik perlahan, melakukan safety stop, menjaga kondisi tubuh tetap fit, hingga berani membatalkan penyelaman ketika kondisi dirasa tidak aman.
Dalam dunia diving ada ungkapan yang sangat terkenal: “Any diver can cancel any dive, at any time, for any reason.” Kalimat sederhana ini justru menjadi inti budaya keselamatan penyelaman.
Laut tidak pernah bisa dipaksa. Arus tidak peduli sertifikat. Kedalaman tidak peduli pengalaman. Karena itu rasa hormat kepada alam selalu menjadi perlengkapan keselamatan yang paling penting.
Indonesia sendiri memiliki salah satu kekayaan laut terbaik di dunia. Laut hangat, biodiversitas luar biasa, coral reef yang indah, dan ribuan spot penyelaman yang memikat penyelam dari berbagai negara.
Laut Indonesia terlalu indah untuk dijelajahi dengan terburu-buru. Ia mengajarkan ketenangan, disiplin, dan rasa hormat. Karena di bawah air, keselamatan selalu dimulai dari kerendahan hati.
Penulis adalah penyelam Scuba Rekreasional, PADI Advanced Open Water Diver