Dari Mimpi Kampus ke Ruang Pamer

Laili, pelukis muda asal Kandat, Kabupaten Kediri.
Sumber :
  • Nurma Ayu Kusuma Putri/VIVA Jatim

Memasuki hari-hari berikutnya, ketika ayahnya tahu bahwa hasrat menggambar terdorong kuat di putrinya, Laili lantas dikenalkan kepada seorang guru oleh ayahnya. Dari sana perempuan tiga bersaudara itu belajar menggambar lebih baik dan lebih mengenal dunia luar, karena sebelumnya dia adalah anak rumahan dan merupakan seorang santri. 

img_title Wilbex 2026 Hadir Lagi Awal September di Surabaya, Bawa 250 Brand

“Aku dikenalkan sama ayahku orang yang sekarang jadi guruku, orangnya baik dan sering ngajak aku ke mana-mana. Aku yang sebelumnya nggak pernah ke mana-mana akhirnya keluar juga, beliau namanya Pak Ruslan,” jelasnya dengan wajah sumringah.

Pada tahun 2022, Laili mengaku sempat menjalani beberapa pekerjaan dalam satu hari. Pagi hingga siang mengajar TK dan MI, sore hingga malam menjaga toko baju, dan terkadang ia juga menjelma menjadi asisten make up artis jika ada panggilan. Itu dilakukannya karena dirinya juga membantu membiayai kuliah sang adik. 

img_title Grand Wedding Fair 2026 Surabaya Hadirkan 130 Vendor Pernikahan

Dalam fase hidupnya, Laili juga sempat menjadi pasien psikolog karena merasa di rumah tidak ada solusi dan kurang nyaman. Sempat akan dikuliahkan oleh psikolognya karena tahu dia suka belajar banyak hal, perempuan kelahiran 2000 itu menolak. Bukan tanpa alasan, justru karena telah banyak menjalani pekerjaan dan ingin kebebasan.

“Aku pernah ditawari kuliah sama psikolog yang menangani aku di jurusan psikologi, nanti lulusnya aku ditarik jadi asistennya. Tapi aku gak mau, aku pengen bebas berkarya,” tuturnya.

img_title GIIAS Surabaya Digelar Mulai 26 Agustus 2026, Boyong 37 Merek Kendaraan

Beberapa lukisan karya Laili asal Kandat, Kabupaten Kediri.

Photo :
  • Nurma Ayu Kusuma Putri/VIVA Jatim

Lambat laun Laili bertemu dengan banyak orang dan menjalin hubungan baik. Hal tersebut membawa banyak hal-hal positif di kehidupannya. Meski mimpi untuk masuk kampus masih tertunda, namun ia memiliki hal lain yang sama baiknya. Lukisan-lukisan yang dibuat telah laku terjual, bahkan salah satu pembelinya adalah Mas Dhito, bupati Kediri senilai Rp6 juta. 

Dari melukis, ia mengaku belajar banyak hal, mulai dari public speaking sampai dengan menemukan kebebasannya tanpa terikat dengan orang lain. Perjalanannya memang tidak semulus beberapa insan, namun Laili berhasil menemukan jati diri dan arah hidupnya. Bahkan, pameran tunggal yang sejak lama berada di whistlisnya, akan ia laksanakan pada bulan September 2026 di Surabaya. 

Halaman Selanjutnya
img_title