Jangan Biarkan! Kenali Ganguan Cemas dan Panik Berlebihan

Ilustrasi Seorang Cemas
Sumber :
  • Pexels/Engin Akyurt

Jatim – Rasa cemas dan panik merupakan reaksi normal yang terjadi pada setiap individu manusia. Hal itu terjadi ketika menghadapi masalah yang pelik. Sesorang akan merasakan ketakutan setiap saat dan tidak percaya diri. 

img_title Psikolog Untag Surabaya Ungkap Kecemasan yang Dialami Gen Z di Balik Tren Nongkrong

Rasa cemas dan panik dapat mengganggu kegiatan sehari-hari bagi penderitanya apabila terjadi secara ters menerus. 

Seseorang harus mengetahui penyebab, gejala dan cara menanganinya agar terhidar dari cemas dan panik secara berlebihan. Viva Jatim mencoba merangkum penyebab dan ciri-ciri dari gangguan cemas. Dikutip dari Hidup Sehat tvone pada 8 Januari 2023, bersama Elizabeth Santosa selaku Psikolog. Berikut ulasannya. 

img_title Overthinking Tidak Akan Mengubah Masa Depan, Tapi Bisa Menghancurkan Hari Ini

1. Deg-degan atau gelisah

Cemas merupakan respon alami dari tubuh, namun jika terjadi terus menerus dan berangsur lebih lama, maka seseorang perlu waspada.   Sementara itu penyebab gangguan cemas sendiri bisa terjadi karena ketakutan yang berlebihan.

img_title Fenomena Overthinking: Cara Menghentikan Dialog Batin yang Melelahkan

2. Pengalaman Masa Lalu yang Traumatis 

Selain gelisah hal lain yang bisa memicu cemas salah satunya adalah pengalaman masa lalu yang traumatis.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan kekhawatiran masa depan atau masa lalu bisa memicu cemas dan tentunya bisa membahayakan seseorang.

3. Kecendrungan Diwariskan atau Genetik

Banyak faktor yang bisa menimbulkan cemas, bisa dikarenakan genetik dan pola asuh. Biasanya orang tua yang sering cemas atau overprotective dan overdisiplin atau terlalu perfeksionis akan menimbulkan kecemasan pada anak.

4. Sensivitas terhadap Karbon Monoksida 

Ada sebagian orang yang sensitif terhadap lingkungan, misalnya pada bau-bauan yang sifatnya menyengat, contoh seperti Karbon Monoksida.    

Cemas sendiri dipicu oleh rasa takut, sementara rasa takut dibagi menjadi dua yakni rasional dan irasional. Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi?   

Elizabeth mengatakan bahwa ada rasa takut yang rasional, misalnya seperti ketakutan pada hewan buas yang tentu kebanyakan orang juga merasakannya.   

Namun apabila seseorang merasa ketakutan terhadap suatu hal tertentu misalnya ketakutan terhadap semut, tentu semua orang tidak merasakannya dan inilah yang disebut dengan ketakutan irasional.    

Biasanya ketakutan yang irasional atau sudah masuk gangguan kecemasan tinggi bisa dikatakan punya kecenderungan irasional.

5. Pemikiran Katastropic

Halaman Selanjutnya
img_title