Soerabaia Fashion Trend (SFT) Tampilkan Tren Busana 2026

Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2026
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Surabaya menggelar fashion show bertajuk Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2026 selama tiga hari pada 18-20 Juli 2025, di Ciputra World Surabaya. Deretan nama-nama desainer Surabaya menampilkan peragaan busana dari karya koleksi mereka.

img_title Heroes Push Bike Championship Perdana Diserbu 600 Rider, Peserta Datang dari Empat Negara

Yunita Kosasih, Elly Virgo, Arianda Nurma, Nadia, Mega Ma adalah nama-nama yang memeriahkan SFT 2026.

Ketua penyelenggara sekaligus desainer Alben Ayub mengungkapkan tentang tren busana tahun 2026 adalah sustainability dan kolaborasi bareng UKM maupun produsen besar.

img_title Kembangkan Layanan Berbasis AI, RS Korpri Pura Raharja Kerjasama dengan RS CKU St. Mary's Internasional Korsel

Mengusung tema besar 'Is it Art Yet?' peragaan busana ini menawarkan konsep fesyen show artistik dengan pendekatan yang lebih minimalis.

“Fashion show kali ini akan disajikan tanpa panggung utama, mengarah pada konsep trunk show yang lebih intim dan dekat dengan audiens," ujarnya.

img_title Rayakan Hari Jadi ke-5, Simplus Berkomitmen Terus Hadirkan Inovasi

Salah satu desainer Elly Virgo menampilkan busana bernama Abyssal Bloom. Hal tersebut mengandung arti mekarnya keindahan dari kedalaman laut.

Menurutnya, dalam keheningan laut Nusantara, ombak tak hanya membawa garam dan angin, ia juga membawa cerita.

“Abyssal Bloom adalah kisah tentang pertemuan antara kedalaman samudra dengan akar budaya Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan koleksi ini menjahit dua dunia yaitu kecantikan alami biota laut dan wastra tradisional yang sarat makna.

Dengan menggunakan tenun lurik dan batik berpewarna alam, karya ini memadukan motif laut dalam dengan keindahan tekstur lokal.

Setiap potongan busana, menyiratkan dialog antara alam dan tradisi. Warna biru laut, hijau pirus, abu pasir, dan putih mutiara menggambarkan warna air, namun dituangkan di atas kain yang lahir dari bumi Nusantara.

Siluet busananya mengalir bebas namun tetap tegas, menggambarkan perempuan Indonesia yang lentur, eksotik, dan kuat. Motif-motif terinspirasi dari kerang, ubur-ubur, batu karang, dan arus laut, namun semuanya dieksekusi dalam sentuhan etnik modern.

Ia menambahkan koleksi ini bukan hanya pakaian, tetapi pernyataan bahwa perempuan Indonesia adalah samudra, dalam, berkilau, dan tak pernah selesai untuk dijelajahi.

Bahannya menggunakan tenun lurik dari Klaten, batik pewarna alam (indigo, soga, daun ketapang). Dan warnanya biru laut, hijau pirus, krem pasir, putih mutiara, coral soft pink.