Bahaya Penyakit Gonore Bisa Picu Kemandulan

Klinik Althea Vita
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Menjaga kesehatan reproduksi menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan, terutama dari ancaman Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti gonore. Penyakit ini masih sering ditemukan di masyarakat dan kerap berkaitan dengan perilaku seksual berisiko, seperti bergonta-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman. Sayangnya, banyak orang menganggap gejala awalnya sepele sehingga menunda pemeriksaan medis.

img_title HPV Genotyping Bantu Deteksi Dini Risiko Kanker Pasien Kutil Kelamin

Dokter konsultan Klinik Utama Althea Vita, dr. Marissa Gondo Suwito, Sp.DVE, menjelaskan bahwa gonore merupakan infeksi bakteri dengan tingkat penularan tinggi yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh yang berkaitan dengan aktivitas seksual.

“Gonore sering kali dianggap ringan karena gejalanya terlihat sederhana, seperti rasa panas saat buang air kecil atau keluarnya cairan dari alat kelamin. Padahal jika tidak ditangani dengan serius, infeksi ini dapat menyebar dan menimbulkan berbagai komplikasi pada organ reproduksi,” jelas dr. Marissa.

img_title Waspada Penyakit Jengger Ayam, Periksa Kesehatan Kelamin Sebelum Terlambat

Bahaya terbesar dari gonore adalah risiko kemandulan. Pada perempuan, infeksi yang tidak segera diobati dapat menyebar ke rahim dan tuba falopi hingga memicu Pelvic Inflammatory Disease (PID). Kondisi ini dapat merusak saluran reproduksi, meningkatkan risiko sulit hamil, serta menimbulkan nyeri panggul kronis.

Sementara pada laki-laki, gonore dapat menyebar ke epididimis dan menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada saluran di belakang testis. Dampaknya meliputi nyeri hebat, pembengkakan pada testis, dan dalam beberapa kasus dapat memengaruhi kesuburan hingga berujung pada kemandulan.

img_title Jangan Sepelekan, Gonore tak Bisa Sembuh Tanpa Penanganan Dokter Spesialis

Tidak hanya menyerang organ reproduksi, gonore juga bisa menginfeksi bagian tubuh lain. Infeksi pada tenggorokan atau pharyngeal gonorrhea biasanya terjadi akibat seks oral. Gejalanya menyerupai radang tenggorokan, seperti sakit tenggorokan dan kemerahan.

Selain itu, pada hubungan seksual melalui anal, gonore dapat menyerang rektum atau anus yang dikenal sebagai rectal gonorrhea. Gejalanya meliputi nyeri pada anus, keluarnya nanah atau lendir, serta rasa tidak nyaman saat buang air besar.

dr. Marissa menegaskan bahwa gonore tidak dapat sembuh hanya dengan mengonsumsi obat bebas yang dibeli tanpa pemeriksaan.

“Gonore harus ditangani dengan diagnosis dan terapi yang tepat oleh dokter ahli. Pengobatan yang tidak tepat berisiko membuat infeksi tidak tuntas dan memicu komplikasi yang lebih serius, termasuk kemandulan,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title