Wanita Lebih Sering Migrain, Ini Sebabnya

Ilustrasi sakit kepala
Sumber :
  • Istimewa

Peneliti memperkirakan sekitar 50 persen sampai 60 persen wanita mengalami migrain menstruasi. Migrain ini biasanya terjadi pada hari-hari menjelang menstruasi atau selama menstruasi itu sendiri, saat penurunan kadar estrogen dapat memicu migrain.

Bahaya PCOS Mengintai Wanita, Cegah dengan Pola Hidup Sehat Ala FiberCreme

Migrain menstruasi bisa lebih parah dan bertahan lebih lama daripada migrain pada waktu lain dalam sebulan.

Kelas obat-obatan yang keluar pada tahun 1990-an – triptan – biasanya digunakan untuk mengobati migrain. Triptan tertentu dapat digunakan khusus untuk migrain menstruasi.

Peneliti Ungkap Peran Hormon dan Psikologis Pemicu Seseorang Selingkuh

Kategori obat lain, yang disebut obat antiinflamasi nonsteroid juga efektif mengurangi ketidaknyamanan dan durasi migrain menstruasi. Begitu juga berbagai metode pengendalian kelahiran, yang membantu menjaga kadar hormon tetap stabil.

Tetapi wanita yang menderita migrain aura, umumnya harus menghindari penggunaan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke karena estrogen dapat meningkatkan risiko pembentukan darah beku.

Dokter Boyke Beri Tips Ampuh Bangkitkan Gairah Seksual Usai Melahirkan

Pilihan KB untuk wanita dengan aura termasuk pil KB khusus progesteron, suntikan Depo-Provera, dan alat kontrasepsi.

Aura memengaruhi sekitar 20 persen orang yang menderita migrain. Biasanya, sebelum migrain, mereka paling sering melihat bintik hitam dan garis zigzag. Lebih jarang, sekitar 10 persen merasakqn ketidakmampuan berbicara dengan jelas, kesemutan atau kelemahan pada satu sisi tubuh. 

Halaman Selanjutnya
img_title