19 Permasalahan Ditemukan Bawaslu RI di TPS, Salah Satunya Dugaan Intimidasi

Petugas KPPS memperlihatkan Suara Pemilu
Sumber :
  • Viva

Jakarta, VIVA Jatim – Penemuan 19 permasalahan terkait pemungutan dan penghitungan surat suara Pemilu 2024 diungkap oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Salah satu persoalan yang mencuat yakni ditemukan dugaan intimidasi kepada pemilih.

img_title Pandangan Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soal Polemik Sritex

Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu RI itu menyebut, kasus dugaan intimidasi terjadi di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam proses pemungutan suara, terjadi dugaan intimidasi di 2000-an TPS. 

"2.271 TPS didapati terjadi intimidasi kepada pemilih dan/atau penyelenggara pemilu di TPS," kata Lolly, Jumat, 16 Februari 2024.

img_title Bawaslu Tuban Temukan Dugaan Pelanggaran Pidana Saat Penyaluran Bansos Beras

Dia juga menyebut ada juga kasus mobilisasi untuk datang ke TPS. Hal itu terjadi di 2.632 TPS.

Sementara, dalam tahapan penghitungan suara, dugaan intimidasi juga terjadi di ribuan TPS.

img_title Kader Hanura dan Ummat Ngaku Diintimidasi saat Sosialisasi Paslon 01 Pilkada Tuban

"1.473 TPS yang didapati adanya intimidasi terhadap penyelenggara," kata Lolly.

Lolly menyampaikan, sebaran kasus tersebut terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jogyakarta, hingga Riau.

Sementara, dia menuturkan dugaan mobilisasi, dilakukan oleh sejumlah unsur. Mulai dari tim sukses, peserta pemilu, hingga penyelenggara. Mobilisasi dilakukan untuk mencoblos calon tertentu. 

Terkait dugaan mobilisasi, dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk dapat mematuhi aturan. "Khususnya bebas dari intimidasi terhadap penyelenggara," kata dia. 

Artikel ini telah tayang di viva.co.id berjudul "Pemilu 2024, Bawaslu Sebut Dugaan Intimidasi Terjadi di Ribuan TPS"  https://www.viva.co.id/berita/politik/1688094-pemilu-2024-bawaslu-sebut-dugaan-intimidasi-terjadi-di-ribuan-tps?page=1 Dugaan Intimidasi Terjadi di Ribuan TPS"