Kejari Perak Benarkan Penabrak Becak dan 2 Mobil di Surabaya adalah Jaksanya
- Mokhamad Dofir/ Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Kejaksaan Negeri Tanjung Perak (Kejari Perak) Surabaya membenarkan bahwa AH (28 tahun) pengemudi Toyota Innova Reborn bernopol W 1714 ZL yang menabrak becak penjual jagung dan dua mobil adalah jaksanya.
"Iya benar, inisialnya AH. Jaksa," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Perak, Jemmy Sandra, dihubungi VIVA Jatim, Rabu, 21 Februari 2024, malam.
Jemmy menuturkan, AH saat itu sedang mengalami microsleep atau sesi tidur singkat akibat rasa kantuk yang tidak tertahankan usai mengikuti sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dari pagi sampai pukul 20.00 WIB, malam.
"Kemudian di kantor masih ada kerja lembur sampai jam 24.00 WIB, baru pulang. Rumahnya kan di Sidoarjo, posisinya ngantuk, capek," lanjutnya.
Jemmy menegaskan, AH dalam insiden kecelakaan itu, tidak berniat melarikan diri setelah menabrak penjual jagung rebus di Jalan Panglima Sudirman. Melainkan ingin menghindari amukan massa yang saat itu nampak beringas.
Ironisnya, ketika ingin menyelamatkan diri itu justru kendaraan AH kembali menyeruduk dua mobil lain di simpang empat Jalan Raya Darmo - Bengawan hingga total korban luka-luka sebanyak tiga orang.
Antara lain, Nawijo, menderita luka dada serta lecet pada lutut sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya. Kemudian M Nasir (44) warga Asemrowo, menderita cidera otak ringan dan M Soleh (48) warga Sawunggaling, Wonokromo, yang mengalami dislokasi pada kaki kanan. Juga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya untuk perawatan.
"Pada saat dia mau berhenti, ini banyak massa berteriak-teriak, jadi [AH] takut. Jadi dia larinya itu karena takut, bukan tidak mau bertanggung jawab, bukan kabur. Dia mau menyelamatkan diri nyari pos polisi terdekat tapi nggak dapat. Dikejar [massa] terus nih sama orang, dia takutnya dimassa itu. Kan malam kondisinya seperti itu," beber Jemmy.
Sebagai bentuk pertanggunganjawaban di depan hukum, katanya, AH bersikap kooperatif menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Bukan itu saja, pihak keluarga AH juga telah menjenguk semua korban untuk meminta maaf.
"Kalau tanggungjawab ke korban pastilah, kita tetap inilah bertanggung jawab. Proses hukum kita serahkan ke polisi," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil Toyota Innova Reborn berpelat nomor W 1714 ZL yang dikemudikan AH, berjalan dari arah utara ke selatan melintas di Jalan Panglima Sudirman kemudian seketika menabrak gerobak penjual jagung rebus.
Setelah menabrak, mobil tersebut tak langsung menghentikan kendaraannya dan justru menancap gas. Sesampainya di Simpang 4 Jalan Darmo - Bengawan, kendaraan yang diduga dikemudikan jaksa tersebut lagi-lagi menyeruduk mobil Suzuki Ertiga berpelat nomor L 1617 PT ketika hendak putar balik dan mobil Toyota Innova Reborn berpelat nomor N 1529 IC yang sedang berhenti di pinggir jalan.