150 KK Desa Tenggarejo Tulungagung Kini Sudah Bisa Nikmati Air Bersih

Peresmian sumur bor IKA Unair Tulungagung
Sumber :
  • VIVA Jatim/Madchan Jazuli

Tulungagung, VIVA Jatim – Sekitar 140 kepala keluarga di Desa Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, akhirnya bisa menikmati aliran air bersih. Ini setelah sumur bor hasil inisiatif Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Tulungagung resmi beroperasi.

img_title Benang Kusut Krisis Air Bersih Menahun Lereng Penanggungan Mojokerto, Solusi Permanen Dinanti

Sumur bor itu terealisasi melalui program AMERTA (Aksi Merdeka Air dan Tanaman untuk Alam). Ketua IKA Unair Tulungagung Dr Desi Lusiana menceritakan awal mula berinisitif membuat sumur bor.

Kondisi geografis Desa Tenggarejo berada di pegunungan sehingga kesulitan air bersih. Dari kondisi inilah Ikatan Alumni Penyakit Dalam (IPD) Unair, PAPDI (Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia) Surabaya, lalu dari ILMI, Rumah Zakat, Apsilangga (Alumni Psikologi Universitas Airlangga), Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan didukung penuh Pengurus Pusat IKA Unair tergerak mendonasikan berupa sumur bor.

img_title Kekeringan, Rumah Zakat Salurkan 28.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pamekasan

"Kami berharap program ini bisa membantu warga Tenggarejo mengatasi kesulitan air yang dialami sejak bertahun-tahun. Sehingga tidak perlu lagi membeli, menunggu bantuan hingga mengusung dari sumber," kata Desi Lusiana usai peresmian sumur bor, Minggu, 19 Mei 2024..

Ketua AMERTA, M Fauzi Setiawan menceritakan proses panjang pengeboran yang dimulai sejak 14 Oktober 2023 lalu. Dimana di titik yang ditentukan melalui metode geolistrik tidaklah mudah. 

img_title KPK Geledah Ruangan hingga Periksa Kepala OPD di Tulungagung

Ia mengatakan, kondisi gunung kars (batuan kapur) membuat mata bor sering bertemu rongga kosong sehingga membuat proses pengeboran menjadi lambat.

"Pernah juga membentur batuan hitam hingga membuat mata bor rompal dan harus diganti," ujar Fauzi.

Usai enam bulan pengeboran, sumber air yang diharapkan dapat diperoleh. Sumber itu berada di kedalaman 86 meter. Dengan tingkat kesulitannya yang tinggi pula hingga total pembuatan sumur bor mencapai hampir Rp200 juta.

Sementara, Kepala Desa Tenggarejo Mudjito menuturkan, setiap musim kemarau warganya mengalami kesulitan air bersih. Selama sebulan untuk memenuhi kebutuhan air saja warga harus mengeluarkan biaya Rp1 juta.

"Satu tangki ini bisa digunakan selama seminggu setiap kepala keluarga," kata Mudjito.

Warga yang tidak mampu membeli air hanya mengandalkan bantuan dari Pemkab Tulungagung atau pihak lain. Termasuk juga harus mengambil air dari mata air dengan jarak tempuh cukup jauh.

Halaman Selanjutnya
img_title