PTPN Beri Bantuan Tangani Stunting Ratusan Balita dan Ibu Hamil di Jember

PTPN memberikan bantuan di Jember.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/Viva Jatim

Jember, VIVA Jatim – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 4 memberikan bantuan penanganan stunting melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada ratusan balita dan ibu hamil di Kabupaten Jember.

img_title Program PASTI Perkuat Komitmen Keberlanjutan Pencegahan Stunting di Kabupaten Ngawi

Region Head PTPN 1 Regional 4 Subagiyo mengutarakan, pihaknya merasa perlu membantu penanganan stunting di Kabupaten Jember, karena kebun tembakau seluas 600 hektar yang dikelola berada di wilayah ini. Yakni di Kecamatan Ajung.

"Jadi sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk ikut serta dalam penanganan stunting di Jember khususnya di Kecamatan Ajung" terang Subagiyo, Selasa, 27 Agustus 2024.

img_title Program Homcare di Jember, Keluarga Kurang Mampu juga Bisa Punya Dokter Keluarga

Penyerahan simbolis bantuan dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Ajung kepada Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), sekaligus Wakil Bupati Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman, pada Jumat, 23 Agustus 2024 pekan lalu.

Subagiyo pun berharap program bantuan serupa akan dapat berkelanjutan dan terus memberikan dampak bagi masyarakat khususnya di sekitar wilayah kerja PTPN I Regional 4.

img_title Kasus KUR Fiktif di Jember, Pengamat Ekonomi: Masalah Ada di Collection Agent

"Harapannya semoga program bantuan ini dapat konsisten dan berkelanjutan ke depannya, karena memang salah satu tanggung jawab sosial kami, bagaimana kami juga bisa memberdayakan dan mengentaskan apa yang ada di area bisnis kami. Kita harus menyiapkan generasi-generasi kita ke depan, utamanya menuju Indonesia Emas 2045. Kalau bukan kita siapa lagi," ucapnya.

Sementara itu, Firjaun, sapaan Wakil Bupati Jember menyampaikan apresiasi dan syukurnya atas bantuan yang diberikan PTPN I Regional 4. Karena turut mempercepat penanganan kasus stunting di daerah yang dia pimpin.

"Bantuan ini sangat berharga. Karena ini merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi dari semua pihak. InsyaAllah persoalan stunting khususnya di Kecamatan Ajung akan segera teratasi," katanya.

Firjaun menambahkan, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya yang memang dibutuhkan oleh pemerintah daerah dalam rangka akselerasi penanganan stunting.

"Selama ini memang sudah ada penurunan. Tetapi, penurunan tersebut masih kurang signifikan. Hanya turun saja, belum ada akselerasi. Karena itu perlu di-push, diupayakan effort by effort yang lebih, karena kita ada keterbatasan anggaran dan sebagainya, terutama di kelurahan,” aku dia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, ia mengeklaim, Pemerintah Kabupaten Jember masuk dalam jajaran 20 kabupaten dan kota yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 34,9 persen menjadi 29,7 persen.

Halaman Selanjutnya
img_title