KNPI Trenggalek Resmi Dilantik, Siap Ambil Peran
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
"Karena bagaimanapun masa depan suatu peradaban bangsa dan negara ditentukan oleh corak dan karakter pemuda," imbuhnya.
Pria kelahiran Tulungagung, Maret 1989 ini menambahkan saat ini pemuda harus terus banyak belajar dan bertanya kepada yang lebih pandai. Sembari mempersiapkan mental hati untuk peradaban yang lebih baik dikemudian hari.
Wabub Trenggalek yang pernah tercatat mahasiswa Fakultas Hukum Islam di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta berpandangan, bahwa berperan tidak harus terjun di politik praktis atau pemerintahan. Namun, bisa menjadi pendidik aktif atau menjadi pengkritik pemerintah demi kebaikan suatu daerah.
"Pemerintahan yang baik pasti butuh penyeimbang, butuh oposisi yang sebenarnya bukan oposisi yang abal-abal," ulasnya.
Syah menuturkan berperan karena menjadi bermanfaat itu tidak mudah. Penuh bahaya, tantangan, rintangan dan masih banyak yang harus dipertaruhkan serta dikorbankan.