Apple Rencanakan Produksi iPhone di India Untuk Pasar AS pada 2026

Apple iPhone
Sumber :
  • 9to5mac.com

Surabaya, VIVA JatimApple berencana untuk memindahkan seluruh produksi iPhone yang ditujukan untuk pasar Amerika Serikat (AS) dari Tiongkok ke India pada akhir tahun 2026.

img_title Digimap Buka Apple Premium Partner Ketiganya di Surabaya, Ada Penawaran Khusus

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok serta untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan yang berbasis di Tiongkok.

Mengutip GizChina, Minggu 27 April 2025, saat ini sekitar 14% dari produksi global iPhone dilakukan di India, dan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 25% pada akhir 2025.

img_title Apple Siapkan Investasi untuk Produksi iPhone di Indonesia

Apple menargetkan untuk memproduksi lebih dari 60 juta unit iPhone di India pada tahun 2026, jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar AS.

Keputusan ini juga dipengaruhi oleh tarif impor yang tinggi terhadap produk asal Tiongkok, yang mencapai 145% untuk beberapa barang. Meskipun iPhone sempat dikecualikan dari tarif tertinggi, Apple masih harus menghadapi tarif sebesar 20% untuk elektronik buatan Tiongkok.

img_title Penjualan iPhone Anjlok, Pemerhati Sebut Kurangnya Inovasi Jadi Penyebab Utama

India saat ini mengenakan tarif impor sebesar 26% untuk produk elektronik, namun tarif ini telah ditangguhkan selama 90 hari sementara negosiasi perdagangan antara AS dan India berlangsung.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa kedua negara telah membuat "kemajuan yang sangat baik" dalam pembicaraan tersebut.

Apple sendiri telah memulai produksi iPhone di India sejak 2017 melalui kemitraan dengan Wistron di Bengaluru, yang awalnya memproduksi iPhone 6s dan iPhone SE.

Sejak itu, Apple telah memperluas produksinya di India melalui kerja sama dengan perusahaan seperti Foxconn dan Tata Electronics.

Langkah ini mencerminkan upaya Apple untuk mendiversifikasi rantai pasokannya dan mengurangi risiko yang terkait dengan ketegangan geopolitik, serta untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara sebagai pusat produksi utama.