Rupiah Menguat ke Rp16.449 Seiring Sinyal Kebijakan The Fed
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim –Pengamat mata uang, Ibrahim Assuabi, berpendapat bahwa penguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh prediksi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga.
“Bank sentral diperkirakan akan menjaga suku bunga tetap pada Rabu (7/5/2025), mengingat para pembuat kebijakan telah mengindikasikan pendekatan 'wait and see' di tengah kekhawatiran terkait tarif,” ujarnya, seperti yang dilansir dari Antara pada Selasa, 6 Mei 2025.
Sumber lain, Anadolu, menyebutkan bahwa The Fed kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25-4,5 persen, dipengaruhi oleh tanda-tanda meredanya inflasi di Amerika Serikat (AS) dan stabilitas pertumbuhan lapangan kerja.
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) menurun 0,1 persen pada Maret 2025, yang merupakan penurunan bulanan pertama sejak Mei 2020. Inflasi tahunan pun turun menjadi 2,4 persen, terendah sejak September 2024.
Sementara itu, Indeks Harga Produsen (PPI) mengalami penurunan 0,4 persen secara bulanan pada Maret 2025, namun naik 2,7 persen year on year (yoy).
Personal Consumption Expenditures (PCE) core index tercatat stagnan secara bulanan dan turun menjadi 2,6 persen secara tahunan pada Maret 2025, dari 3 persen pada Februari 2025.
Terkait dengan Non-Farm Payrolls (NFP), tercatat peningkatan sebesar 177 ribu pada April 2025, melebihi estimasi pasar, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,2 persen. Angka NFP bulan Maret 2025 juga direvisi turun menjadi 185 ribu.
“Fokus pasar akan beralih kepada komentar dari Jerome Powell, Gubernur Fed, yang akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depannya,” tambah Ibrahim.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta menguat sebesar 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.449 per dolar AS, dibandingkan dengan Rp16.455 per dolar AS pada penutupan sebelumnya.
Namun, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa sore justru melemah, tercatat pada level Rp16.472 per dolar AS, turun dari sebelumnya Rp16.421 per dolar AS.