Keajaiban Kisah Perjalanan Haji Pemuda Libya, Tak Ada yang Bisa Mengubah Ketetapan!

Jemaah haji Amer Al Gaddafi
Sumber :
  • Viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim – Bila Allah sudah berkendak, tidak ada satu kekuatan pun yang bisa menghalanginya. Termasuk perihal ketetapan yang telah ditetapkan kepada hamba-hambanya. Sehingga tidak ada hal mustahil bila sudah dikehendaki.

img_title Sektor 5 Daker Makkah Evaluasi Layanan Lansia dan Disabilitas, Usulkan Sejumlah Inovasi

Kenyataan ini dialami oleh seorang pemuda dari Libya, Amer Al-Mahdi Mansour Al-Qaddafi. Ia akhirnya tersampaikan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Sebuah keinginan mendalam yang telah ia dambakan sejak lama. 

Namun demikian, Kisah Amer bukan sekadar catatan perjalanan haji biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa ketulusan niat dan kebersihan hati dapat menggetarkan langit dan menghentikan roda dunia, meski hanya untuk satu orang.

img_title Doa Sekda Trenggalek saat Berangkatkan 447 CJH: Semoga Diberi Kelancaran

Dikutip dari VIVA, Jumat, 30 Mei 2025, kisah perjalanan spiritual Amer menunaikan haji terjadi musim haji tahun 1445 Hijriah/2024 lalu.  Amer Bersama rombongan jemaah haji dari negaranya tiba di bandara internasional Libya.

Mereka bersiap menginjakkan kaki ke Tanah Suci demi menunaikan rukun Islam kelima. Tapi belum sempat kakinya menyentuh tanah Hijaz, masalah muncul di bandara: Amer ditahan di imigrasi.

img_title Pertamina Patra Niaga Siapkan 9.286 Kilo Liter Avtur untuk Penuhi Kebutuhan Penerbangan Haji

Amer ditahan imigrasi tidak boleh naik ke dalam pesawat karena alasan keamanan. Paspornya ditahan tak boleh terbang.

Usut punya usut, ‘alasan keamanan’ yang dimaksud Imigrasi terkait dengan nama belakangnya — Al Gaddafi — identik dengan mantan penguasa Libya, Muammar Al-Qaddafi,  yang masih ditandai secara otomatis di beberapa sistem imigrasi selama satu dekade sebagai 'berisiko' melakukan perjalanan. 

Saat kelompoknya menaiki pesawat, Amer masih ditahan di konter untuk pemeriksaan tambahan. Meskipun memohon, kapten pesawat dilaporkan bersikeras berangkat tanpa dia, dengan alasan ketidakpastian keamanan dan kendala jadwal. 

Ditinggal Pesawat Tapi Kembali untuk ‘Menjemputnya’

Detik demi detik berlalu dalam ketegangan, dan saat akhirnya semua tuduhan sirna, Amer mendongak dan melihat kenyataan pahit: pesawat rombongan hajinya telah lepas landas.

Di titik ini, kebanyakan orang akan pulang, menelan kenyataan sebagai nasib. Tapi Amer berbeda. Dengan mata yang tak gentar dan hati yang menyala, ia berkata kepada petugas:

“Saya tidak akan pindah dari sini (pulang), kecuali untuk berhaji.” kata Amer kepada petugas 

Halaman Selanjutnya
img_title