Wali Kota Eri Kobarkan Anti Premanisme: Surabaya Harus Bebas Jukir Liar!

Lahan parkir di sebuah minimarket kawasan Ketintang Surabaya.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/Viva Jatim

Surabaya, VIVA JatimWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyerukan semangat anti premanisme dan menegaskan bahwa seluruh aset publik, termasuk lahan parkir, tidak boleh dikuasai oleh individu atau kelompok tertentu.

img_title Wali Kota Eri Berharap Perputaran Uang di Surabaya Great Expo 2026 Meningkat

Pernyataan tersebut disampaikan Eri saat memimpin apel inspeksi mendadak untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya pada Selasa, 3 Juni 2025.

Apel ini diikuti oleh unsur TNI, Polri, serta jajaran pemerintah kota.

img_title Eri Cahyadi Resmikan Krematorium Modern di Adi Jasa, Pelayat Kini Bisa Kirim Bunga Digital

"Surabaya tidak boleh ada premanisme. Surabaya tidak boleh ada ketidaknyamanan ketika adanya Jukir [Juru Parkir] liar yang memberikan ketidakpastian, yang memberikan ketidaknyamanan warga," tegasnya.

Eri menegaskan, mulai hari ini semua aset pemerintah di Kota Surabaya harus dikembalikan kepada rakyat untuk kepentingan bersama. Tidak boleh lagi dikuasai oleh segelintir orang.

img_title Dishub Surabaya Setop Peredaran Karcis Parkir, Transaksi Pakai Digital dan Voucher

"Aset-aset pemerintah yang seharusnya digunakan rakyat [tapi] digunakan satu orang, dua orang. Maka harus kita tertibkan semuanya," lanjut Eri.

Urusan parkir di tempat usaha, Eri meminta supaya dikelola perusahaan yang bersangkutan dengan menyediakan Jukir resmi supaya masyarakat luas terhindar dari aksi pemalakan.

"Kita beri waktu lima hari kalender ke depan. Hari ini [surat edaran] kita bagi semuanya. Maka semua tempat usaha  yang membayar pajak parkir, bukan retribusi parkir. Mereka [usaha] punya kewajiban untuk menyediakan penjaga parkirnya dengan menggunakan rompi sesuai dengan nama usahanya," tutup Eri.