Dekranasda Fest 2025 Gresik, Momen Kebangkitan Budaya dan UMKM Lokal

Peserta Dekranesda Fest 2025 Gresik merajut kreasi
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim – Dekranasda Fest 2025 resmi dibuka oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Festival hasil kolaborasi bersama antara  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik,  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan para pelaku UMKM lokal serta sejumlah perusahaan ini memadukan kekayaan budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM lokal.

img_title Hilal Tidak Terlihat di Bukit Condrodipo Gresik, Ini Alasannya

“Terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungannya. Kita bersama menyaksikan kreasi budaya khas Gresik, mulai dari tenun, batik, songkok, hingga produk-produk UMKM," ujar Bupati Gresik, Sabtu, 30 Agustus 2025.

"Semoga acara ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Siapa lagi yang akan memperjuangkan kalau bukan kita sendiri. Sukses untuk Dekranasda, dan sukses untuk kebangkitan UMKM di Kabupaten Gresik,” sambung Bupati Yani. 

img_title Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Bupati Gresik: Prioritaskan Pembangunan Tepat Sasaran

Sementara itu, Ketua Dekranasda Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani menjelaskan,  kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangkitkan semangat dan produktivitas para pelaku UMKM.

"Kita bisa merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Mulai dari penjahit, pembuat songkok, perajin batik dan songket, hingga desainer dan model, semuanya terlibat aktif. Karya-karya yang ditampilkan mengangkat tema Gresik yang lahir dari potensi lokal. Budaya Gresik tak hanya layak dilestarikan, tapi juga mampu bersaing," ujar Ning Nurul, sapaan akrab istri Bupati Yani itu.

img_title Naik Trans Jatim, Bupati Gresik dan Gubernur Jatim Kunjungi Wisata Edukasi GUS

Selain pameran produk kerajinan, Dekranasda Fest Gresik 2025 juga dimeriahkan dengan sejumlah agenda menarik. Di antaranya pelatihan membuat tas kekinian, lomba peragaan busana antar-OPD, BUMN, BUMD, dan DPRD, hingga pemberian penghargaan bagi para peserta dan pendukung terbaik.

Festival ini turut melibatkan pelaku usaha, perajin, organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, serta komunitas seni budaya, yang bersama-sama mendorong semangat kolaborasi dalam pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal melalui UMKM.