Pelajari Program Sekolah Rakyat, Bupati Gresik Visitasi ke SRT 45 Semarang
- Viva Jatim/Tofan
Gresik, VIVA Jatim – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam visitasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (STR) 45 Semarang ingin mempelajari program yang dinilai berhasil cara pengelolaannya, mulai dari mendidik dan merawat siswa, khususnya Sekolah Dasar (SD), Minggu, 30 November 2025.
Seperti diketahui tahun 2025 ini, Kabupaten Gresik hanya memiliki Sekolah Rakyat setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Rencananya tahun 2026 nanti, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menambah tingkat Sekolah Dasar (SD).
“Dari visitasi ini kita belajar bagaimana problem dan cara mengatasi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menampung siswa SD dan SMA, kemudian program serupa dapat direplikasi atau diterapkan di Kabupaten Gresik, dengan harapan dapat membantu pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui pendidikan,” ujarnya.
Bupati Yani menambahkan, Sekolah Rakyat ini merupakan inisiatif pemerintah yang berada di bawah kewenangan operasional Kemensos, dengan fokus untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama yang setara SD/SMP/SMA bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Gresik rencana dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Fasilitas pendidikan ini akan dilengkapi secara terpadu mulai dari tempat belajar, olahraga hingga ruang terbuka hijau.
“Bangunannya nanti akan berdiri di atas lahan 5 hektare lebih dengan total luas bangunan 62.577 meter persegi, Sekolah Rakyat Gresik bakal dilengkapi sederet fasilitas pendidikan modern. Di dalamnya terdapat 26 jenis bangunan, termasuk 36 ruang kelas, laboratorium, dan klinik. Termasuk gedung olahraga lengkap dengan lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track,” ungkapnya.
SRT 45 Semarang sendiri lanjut Bupati Yani, merupakan program inisiatif yang menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, laboratorium, laptop untuk guru dan siswa, dengan kurikulum yang mengintegrasikan akademik, karakter kebangsaan, dan pendidikan vokasi.
Keberhasilan implementasi dan fasilitas lengkap di SRT 45 Semarang menjadi inspirasi bagi Bupati Fandi Akhmad Yani untuk menerapkan standar serupa dan meningkatkan fasilitas di sekolah rakyat di Kabupaten Gresik.
“Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Melalui kunjungan ini kami berharap dapat membawa praktik-praktik baik dari SR 45 Semarang untuk direplikasi, disesuaikan, dan dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Kabupaten Gresik,” jelas Bupati dua periode ini.