Candaan Admin Medsos Bocor, Eri Cahyadi Tolak Hening Undur Diri
- Pemkot Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim – Media sosial gempar seiring bocornya suara candaan ketika akun Instagram Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bernama @ericahyadi_ sedang siaran langsung.
Dalam video yang beredar, terdengar suara seorang perempuan menyebut skenario perekaman konten Wali Kota Eri Cahyadi agar seolah-olah turun ke lapangan di tengah guyuran hujan.
"Nek koyok [kalau seperti] gini Mat, kan bagus kalau bapak turun, videone disimpen dulu ae bek-beke isok [mungkin bisa] dipakai yo, epok-epok [pura-pura] keliling," ujar suara perempuan tersebut dalam rekaman yang viral.
"Eh iki nek wes ngene lak ga metu suarane yo [kalau sudah begini kan tidak keluar suaranya ya]? Soale jeda? Ga lucu," tambahnya.
Bocornya percakapan itu lantas menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Ada yang menilai aksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun ke lapangan sekadar konten setingan atau pencitraan dari seorang pejabat publik.
Merespons hal tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi mengaku baru mengetahui kabar viral tersebut pada Senin, 3 November 2025, sepulang menghadiri peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Blitar.
"Malah saya enggak ngerti kasus itu. Karena kebetulan saya ada giat sampai hari Sabtu Insyaallah di Blitar karena ada konferensi Asia-Afrika. Saya tidak tahu kabar itu. Sampai hari Minggu dan Senin tadi saya baru masuk ada surat pengunjuran diri dari dari Mbak hening,” kata Eri di Balai Kota Surabaya.
Eri menjelaskan, admin yang terdengar dalam rekaman adalah Hening Dzikrillah, anak muda yang ia beri kepercayaan mengelola konten media sosialnya. Namun, menurutnya, percakapan internal itu tak sengaja terekam karena fitur live tidak dimatikan saat hujan melanda.
"Dan ternyata yang namanya Mbak hening ini setelah kemarin pada posisi hujan ya, ketika nge-live saya ternyata opo gatau ini? Iya. Dijeda. Guyonlah karo konconi [bercanda sama temannya] yang sama-sama sama tim medsosnya," jelas Eri.
Meski viral dan menuai kritik, Eri menyebut hal tersebut adalah bentuk kecerobohan anak muda yang masih belajar. Ia menegaskan tidak akan memecat Hening dan justru memintanya memperbaiki diri.