Indonesia Didorong Jadi Pusat Pemikiran Islam Modern Dunia
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia harus tampil sebagai produsen pemikiran Islam modern, bukan sekadar konsumen gagasan dari negara lain.
Pesan ini ia sampaikan dalam International Conference on Indonesian Islam: Why Indonesia as a New Center of Muslim Civilization? di Sport Center UINSA Surabaya, Rabu, 26 November 2025.
“Kita selama ini menerima pemikiran dari Timur Tengah. Sekarang harus dibalik. Buku-buku Indonesia tentang Islam harus diterjemahkan ke bahasa Arab, dan orang-orang Timur Tengah harus belajar Islam ke Indonesia,” tegas Nasaruddin.
Manurutnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, negara ini semakin mendapat perhatian dunia Islam, terutama dalam pengembangan ideologi Islam yang mengedepankan demokrasi, moderasi, dan stabilitas.
“Kita adalah negara paling stabil, dan 90 persen umat Islam di Indonesia adalah Sunni. Kita punya pondasi kokoh, toleransi beragama sudah selesai insyaAllah. Kementerian Agama menjadi faktor kerukunan yang tidak dimiliki negara lain,” ujarnya.
Nasaruddin menyebutkan bahwa Indonesia perlu terus memperkenalkan Islam Indonesia kepada dunia sebagai model moderasi beragama yang dapat menginspirasi negara-negara Muslim lainnya.
"Ke depan, bonus demografi, pembangunan sekolah unggulan, dan kesiapan generasi muda akan menguatkan posisi Indonesia sebagai kekuatan global," tegasnya.
Rektor UINSA Surabaya, Prof. Akh. Muzakki menyebut konferensi ini menjadi ruang menampilkan wajah Islam Indonesia.
“Islam Indonesia perlu ditampilkan ke dunia. Jawa Timur adalah epicentrum pesantren dan harmoni, dan itu penting untuk dipromosikan,” jelas Prof Akh. Muzakki.
Dia menambahkan konferensi internasional ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi sebagai pusat pemikiran Islam modern dan mempertegas perannya dalam membangun arah peradaban dunia Muslim di era pasca-perang.