Lingkungan Pendidikan Didorong Tanamkan Daya Kritis pada Pelajar

Pelatihan Jurnalistik
Sumber :
  • Istimewa

Malang, VIVA Jatim-Kabarbaru Foundation mendorong lingkungan pendidikan tetap mempertahankan literasi kritis di tengah arus informasi yang sulit dibendung. Oleh karena itu kemampuan memverifikasi informasi sangat penting.

img_title Polresta Sidoarjo Ajak Media Ikut Menjaga Kamtibmas

Wakil Pimpinan Redaksi Kabarbaru, Muhammad Rizqi Fauzi mengatakan pelajar merupakan kelompok paling rentan terpapar informasi hoaks. Menurutnya, penting memasukkan jurnalistik ke dalam kurikulum pendidikan agar mereka kritis terhadap informasi yang didapatkan.

“Pembelajaran jurnalistik tidak hanya mengajarkan cara menulis berita, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan memeriksa fakta, membaca konteks, serta memahami nilai-nilai etis dalam penyebaran informasi,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

img_title Media Pondok Jatim Harus Jaga Syiar Dakwah

Akademi sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Makki menegaskan pentingnya literasi kritis sebagai pondasi pembentukan karakter pelajar. Ia menilai bahwa pendidikan jurnalistik dapat menjadi instrumen efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir rasional, melatih keberanian berpendapat, dan memahami tanggung jawab sosial.

“Fenomena post-truth menunjukkan bagaimana opini dapat mengalahkan fakta. Karena itu, pendidikan jurnalistik di sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kritis dan etika komunikasi,” katanya.

img_title Ziarah ke Makam Pendiri, Cara PWI Tulungagung Peringati HPN 2026

Beberapa pelajar, pendidik, komunitas literasi dan pegiat pendidikan lainnya mengikuti pelatihan jurnalistik dengan tema "Jurnalistik Masuk Kurikulum Sekolah: Membangun Literasi Kritis di Era Post-Truth”, di Malang.

Kegiatan ini digelar sebagai respon atas meningkatnya kebutuhan akan literasi media, kemampuan verifikasi informasi, serta pemahaman terhadap proses produksi berita di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan maraknya fenomena post-truth.

Wahyu Nurdiyanto, Wakil Pimpinan Redaksi Times Indonesia menuturkan bahwa jurnalisme saat ini menuntut kecepatan pemberitaan sekaligus ketelitian dalam memeriksa data, terutama di tengah persaingan media digital.

Ia memberikan contoh kasus misinformasi yang sering beredar di media sosial dan cara jurnalis profesional menelusuri kebenaran melalui verifikasi multi-sumber.

“Jurnalis harus menjunjung tinggi akurasi. Kepercayaan publik merupakan modal utama sebuah media,” tegasnya.