Pengurus LPTQ Lamongan 2025-2030 Resmi Dikukuhkan
- Viva Jatim/Imron Saputra
Lamongan, VIVA Jatim – Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lamongan periode 2025-20230 resmi dikukuhkan di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Selasa 31 Desember 2025.
Pengukuhan itu, menetapkan Sekda Kabupaten Lamongan M Nalikan sebagai ketua. Usai pelantikan Nalikan mengaku akan memantapkan persiapan MTQ di Jawa Timur dan tingkat Nasional. Untuk meraih hasil maksimal pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Jawa Timur maupun nasional.
"Pengurus yang baru dilantik langsung disiapkan dengan sejumlah agenda strategis, khususnya penyiapan kafilah MTQ secara berkelanjutan hingga tahun 2030," kata Nalikan usai pelantikan.
Nalikan menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah evaluasi menyeluruh terhadap program dan kegiatan yang telah berjalan. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek teknis dan nonteknis, mulai dari pembinaan peserta, penataan tim pelatih dan pendamping, hingga perhatian pada kesehatan peserta selama pelaksanaan MTQ.
Pengalaman pada MTQ sebelumnya di Jember, lanjut Nalikan, menjadi pelajaran penting bagi LPTQ Lamongan. Salah satunya terkait pemilihan tempat singgah dan akomodasi yang layak bagi peserta dan official.
Nalikan menambahkan, pemilihan hotel dan tempat singgah yang memadai ternyata sangat penting. Kemarin banyak peserta yang sakit, ini tentu menjadi catatan serius agar tidak terulang kembali.
"Kegagalan pada MTQ sebelumnya bukan berarti melemahkan semangat, justru menjadi motivasi untuk memperbaiki kinerja ke depan," terangnya.
Selain itu, LPTQ Lamongan juga akan menata ulang komposisi tim pelatih dan pendamping agar pembinaan lebih maksimal dan terarah. Dengan langkah-langkah tersebut, Nalikan optimistis Lamongan mampu bersaing pada MTQ Jawa Timur mendatang yang rencananya digelar di Tulungagung.
"Ke depan, LPTQ Lamongan juga berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi qari dan qariah daerah, tidak hanya melalui pemanfaatan teknologi, tetapi juga dengan penguatan identitas dan pembinaan berbasis daerah," pungkasnya.