Enam Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Surabaya, Toyota Velffire Terguling
- BPBD Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-Sebanyak enam mobil terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Selasa, 24 Februari 2026, hingga mengakibatkan satu mobil jenis Toyota Velffire terguling.
Berdasar laporan yang diterima Viva Jatim, insiden terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, sore tadi, di jalur yang mengarah dari selatan menuju utara atau tengah kota pahlawan. Saat itu lalu lintas terpantau lancar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Linda Novanti merinci, mobil Toyota Vellfire yang terguling berpelat nomor L 1111 NG, dikemudikan oleh A warga Tebel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
Selain Toyota Vellfire, mobil lain yang terlibat diantaranya, Daihatsu Sigra berpelat nomor L 1790 ACL, lalu Mitsubishi XPander berpelat nomor L 1120 AEF serta Mazda berpelat nomor L 1467 BAY.
Sedangkan dua kendaraan lain belum teridentifikasi karena sudah lebih dulu meninggalkan lokasi kejadian saat petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya dan petugas kepolisian tiba untuk memberikan pertolongan.
"Petugas tiba di lokasi bersama Tim Gerak Cepat [TGC] Pusat, langsung pengecekan dan penanganan," ujar Linda dalam keterangannya.
Dia menambahkan, tidak ada korban luka maupun meninggal dunia dalam kejadian kecelakaan ini. Meski begitu, satu pengemudi Toyota Velffire mengalami luka ringan dan syok.
Selain itu, insiden juga menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit karena kendaraan yang terlibat kecelakaan merupakan mobil mewah dengan kondisi rusak di beberapa bagian. Mulai dari kaca pecah hingga bodi penyok.
"Setelah penanganan dan pengecekan oleh rekan TGC Pusat, korban satu orang hanya penanganan di lokasi," lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang personel Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Ngadianto menyebut, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan lantaran masih diselidiki.
Petugas kepolisian dikatakannya, sedang berupaya mengumpulkan barang bukti hingga meminta keterangan saksi mata maupun pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan beruntun.
"Informasi awal melibatkan enam kendaraan, tapi yang masih tinggal di TKP [Tempat Kejadian Perkara] empat kendaraan. Kita lakukan penyelidikan dulu dan pengumpulan barang bukti, untuk menyimpulkan penyebabnya," tegasnya.