Serapan GKP Bulog Jatim Tembus 500 Ribu Ton Setara Beras

Wisnu Langgeng mencoba mesin pemanen padi
Sumber :
  • Bulog Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat capaian signifikan dalam menyerap hasil panen petani. Hingga 15 April 2026, realisasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) telah menembus lebih dari 500.000 ton setara beras

img_title Serapan Gabah Petani Bulog Jatim Lampaui Target Capai 884.559 Ton Beras

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho dalam keterangan pers mengatakan, percepatan serapan dilakukan di tengah momentum panen raya yang masih berlangsung di berbagai daerah.

Upaya ini kata dia, sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah atau beras dalam negeri.

img_title Bulog Bantu Modal 30 Outlet RPK UKM Keagamaan di Surabaya

"Mayoritas wilayah di Jawa Timur masih panen raya. Kami hadir secara maksimal untuk menyerap gabah petani dengan harga yang tetap terjaga sesuai HPP Rp6.500 per kilogram, sehingga harga di tingkat petani tidak jatuh," ujarnya di Surabaya, Kamis, 16 April 2026.

Sementara dari sisi target dikatakannya, tahun ini pemerintah menetapkan serapan beras nasional sebesar 4 juta ton, meningkat dari sebelumnya yang hanya 3 juta ton.

img_title Mentan Amran Tegaskan Data Stok Beras Nasional Valid, Kalau Salah Masuk Penjara

Lalu khusus Jawa Timur, Wisnu menyebut, Bulog ditargetkan menyerap 883.912 ton. Sedangkan saat ini capaian sudah melampaui 500 ribu ton. Sehingga pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai seiring potensi panen padi yang masih tinggi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, melimpahnya serapan gabah petani turut berdampak pada ketersediaan stok beras di gudang-gudang Bulog. Saat ini, Bulog Jatim mengelola stok sekitar 1,174 juta ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran hingga 14 bulan ke depan.

"Stok kita sangat mencukupi dan akan terus bertambah. Masyarakat tidak perlu khawatir. Untuk mengantisipasi lonjakan hasil panen, kami juga telah menambah kapasitas penyimpanan melalui kerja sama sewa gudang agar kualitas beras tetap terjaga," lanjutnya.

Keberhasilan serapan ini menurutnya, tidak lepas dari sinergi berbagai pihak di lapangan. Mulai dari TNI/Polri, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, hingga mitra kerja yang ikut berperan aktif dalam mengawal pengadaan dan sosialisasi kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani.

Selain beras, Bulog Jatim juga mengakselerasi penyerapan jagung. Hingga pertengahan April, realisasi pengadaan jagung pipil kering telah mencapai 48.132 ton atau sekitar 48,1 persen dari target 100.000 ton.

Halaman Selanjutnya
img_title