Dua Anak Asal Lampung Jadi Terapis Spa Plus-plus di Surabaya, Ini Respons Pemkot

Ilustrasi PSK
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merespons terungkapnya kasus dugaan eksploitasi dua anak asal Lampung yang diduga dipekerjakan sebagai terapis spa plus-plus di kawasan Jalan HR Muhammad.

img_title Jaga Harga Beras Stabil, Bulog Jatim Gelontorkan 65 Ribu Ton SPHP

Kasus dugaan eksploitasi anak itu terungkap setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Lampung membongkar jaringan perdagangan orang lintas provinsi yang diduga menyelundupkan dua korban berusia di bawah umur ke kota pahlawan untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial berkedok terapis spa.

Kedua korban berinisial R (15) dan BA (14), yang masih berstatus pelajar SMP. Keduanya diduga direkrut dengan modus tawaran pekerjaan sebelum akhirnya diberangkatkan ke Surabaya. Dalam perkara tersebut, polisi telah menetapkan seorang remaja berinisial SA (17) sebagai tersangka.

img_title Bromo KOM XII, Ribuan Pesepeda Taklukkan Jalur Polda Jatim–Wonokitri

Menanggapi kasus itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya Ida Widayati, mengecam keras praktik eksploitasi anak yang terjadi.

Menurut Ida, tempat usaha yang terlibat harus mendapat sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku karena kasus tersebut tidak hanya mencederai hak-hak anak, tetapi juga mencoreng komitmen Surabaya sebagai Kota Layak Anak.

img_title Siswa SMA di Surabaya Meninggal Diduga Korban Pengeroyokan, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

"Betul [harus ada keadilan dan proses hukum], Satpol PP [Polisi Pamong Praja] selaku penegak Perda [Peraturan Daerah] bisa bergerak di sana," kata Ida, ditulis Rabu, 3 Juni 2026.

Ia mengatakan DP3APPKB telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya untuk memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan Polda dan Polres. Informasi dari Polda Jawa Timur korban merupakan anak-anak Lampung," lanjutnya.

Ida menambahkan, selama ini pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi kepada hotel, apartemen hingga rumah hiburan malam agar tidak menerima anak-anak baik sebagai pekerja maupun tamu. Karena itu, ia berharap kasus tersebut diusut tuntas agar memberikan efek jera dan mencegah munculnya korban baru.

"Kalau kami sudah pernah sosialisasi ke hotel, apartemen, Rumah Hiburan Malam [RHU] untuk tidak menerima anak-anak baik sebagai tamu atau pekerja, kami berkolaborasi dengan kepolisian Polda dan Polres bersama dinas terkait," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title