Forum Guru Besar Soroti Transisi Kepemimpinan UIN Sunan Ampel

Juru bicara Forum Komunikasi Guru Besar UINSA, Prof. Dr. H. Imam Ghazali Said.
Sumber :
  • Achmad Faizal/Surabaya

Menurutnya, universitas membutuhkan kepemimpinan yang mengedepankan kolegialitas, dialog, keterbukaan, dan penghormatan terhadap kebebasan akademik.

img_title Menjaga Kepastian Hukum dalam Pengisian Rektor UINSA

"Perguruan tinggi berkembang melalui ruang dialog, partisipasi, dan kolaborasi. Kepemimpinan akademik perlu membangun kepercayaan serta memberi ruang bagi kreativitas seluruh sivitas akademika," ujarnya.

Forum juga mencatat adanya berbagai aspirasi yang berkembang mengenai pentingnya membangun suasana kerja yang lebih kondusif serta memperkuat kohesi sosial di lingkungan kampus.

img_title Pilrek Ulang Rektor Dimulai, Pertengahan Oktober UINSA Punya Rektor Baru

Selain persoalan tata kelola, Forum meminta adanya penjelasan resmi mengenai dasar hukum penandatanganan ijazah oleh pejabat pelaksana tugas menjelang pelaksanaan Wisuda ke-115 pada 25 Juli 2026.

Penjelasan tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian administrasi bagi para lulusan. Di sisi lain, Forum berharap Kementerian Agama memberikan klarifikasi mengenai dasar hukum penunjukan pelaksana tugas rektor agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran di kalangan sivitas akademika.

img_title FKUP Minta Kocok Ulang Rektor UINSA tak Ada Intervensi, Termasuk dari Sekjen Kemenag

Sebagai bagian dari rekomendasinya, Forum Komunikasi Guru Besar meminta Menteri Agama segera menetapkan rektor definitif UINSA periode 2026–2030 melalui proses yang transparan, objektif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan institusi.

Forum juga berharap rektor yang akan datang mampu memperkuat mutu pendidikan dan penelitian, menjunjung kebebasan akademik, membangun budaya organisasi yang sehat, serta merangkul seluruh unsur sivitas akademika.

"Yang ingin kami jaga adalah marwah UINSA sebagai perguruan tinggi Islam negeri yang unggul. Kritik yang disampaikan hendaknya dipahami sebagai bagian dari evaluasi kelembagaan demi kemajuan institusi, bukan sebagai persoalan personal," demikian pokok sikap Forum Komunikasi Guru Besar UINSA.