18 Koalisi Buruh Bertemu Cak Imin, Bawa Draft UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Ketua Umum PKB A. Muhaimin Iskandar Saat Menerima 18 Koalisi Buruh di Jakarta.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA Jatim-Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menerima kunjungan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang terdiri atas 18 presiden serikat buruh nasional di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

img_title Gonjang-ganjing Muhaimin Iskandar Siap Maju Calon Ketum PBNU

Dalam pertemuan tersebut, koalisi buruh menyampaikan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan kepada Cak Imin. Draft tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk menghadirkan regulasi ketenagakerjaan yang lebih kuat dalam memberikan perlindungan kepada pekerja sekaligus menjaga keseimbangan hubungan industrial.

Cak Imin mengapresiasi langkah koalisi buruh yang telah menyusun draft tersebut melalui proses kajian dan pengalaman panjang di dunia ketenagakerjaan.

img_title Cak Imin: Santri Masuk Pesantren Harus Punya Target Jadi Orang Kaya

“Saya yakin ini bukan kacamata sepihak, tetapi sudah komprehensif dalam melihat secara utuh kepentingan industrialisasi kita, kepentingan ekonomi makro, ekonomi mikro, dan tentu kepentingan buruh yang termaktub dalam draft maupun kajian koalisi besar ini,” ujar Cak Imin dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, gagasan pembaruan regulasi ketenagakerjaan datang pada momentum yang tepat ketika pemerintah tengah membangun arah baru perekonomian nasional.

img_title Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

Cak Imin menilai pembangunan ekonomi ke depan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan terciptanya keadilan, produktivitas, keberlanjutan, serta daya tahan ekonomi nasional.

“Ini momentum kita semua sedang membangun ekonomi yang tumbuh, tetapi sekaligus berkeadilan. Ekonomi yang berkelanjutan dan punya daya tahan yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang sehat harus berjalan beriringan dengan produktivitas dan industrialisasi yang semakin kuat. Karena itu, hubungan industrial juga harus dibangun secara konstruktif agar dapat diterima seluruh pihak dan mampu mendorong produktivitas.

“Ketika terbangun pertumbuhan ekonomi yang baik, ekonomi yang produktif, nanti industrialisasi yang berjalan baik. Ketika itulah hubungan industrial yang betul-betul kompatibel dan bisa diterima, serta produktif, menjadi penting,” tutur Cak Imin.

Cak Imin menegaskan PKB siap mengambil bagian dalam memperjuangkan agenda pembaruan perlindungan ketenagakerjaan tersebut. Ia juga mendorong agar pembahasan melibatkan pemerintah, serikat pekerja, pengusaha, dan seluruh pemangku kepentingan secara terbuka.

“Makanya saya senang. Koalisi besar bersama pemerintah dan semua pihak duduk bersama. PKB mendukung penuh draft ini,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title