ESB Data Center: 78 Persen Transaksi F&B Surabaya Non-Tunai

Konsultan ESB bersama para pebisnis F&B di Surabaya
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Data internal PT Esensi Solusi Buana (ESB) menyebut, hingga per Agustus 2026, sebanyak 78 persen transaksi makanan dan minuman (F&B) di Surabaya kini dilakukan secara non-tunai. Selain itu, ESB juga mencatat basis merchant F&B di kota pahlawan kini tumbuh 32 persen dalam setahun terakhir dengan nilai transaksi meningkat hampir 10 persen.

img_title Mekari Luncurkan Desty, Permudah UMKM Kelola Penjualan di Banyak Platform

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang mencapai 5,87 persen pada 2025, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.

F&B Educator & Management Consultant Agung Haryadi menilai, pertumbuhan pasar F&B tidak serta-merta membuat persaingan bisnis menjadi lebih mudah. Bertambahnya pemain baru justru membuat pelaku usaha harus berhadapan dengan kompetisi yang semakin ketat, sementara biaya operasional terus menekan margin.

img_title Pemprov Aceh Belajar Penerapan Siskeudes Non Tunai ke Pemkab Trenggalek

Ia menambahkan, tekanan tersebut datang dari berbagai sisi, mulai dari kenaikan harga bahan baku akibat rantai pasok, biaya sewa tempat, tarif listrik, hingga kenaikan Upah Minimum Kota (UMK). Pelaku usaha juga menghadapi persoalan tingginya turnover karyawan yang dapat memengaruhi konsistensi rasa maupun kualitas layanan.

"Pasar F&B Surabaya sekarang ini keras. Nyaris tiap ruko kosong jadi kafe baru, tapi jumlah konsumennya tidak bertambah secepat itu. Yang bertahan hanya yang punya diferensiasi jelas dan efisien secara operasional, bukan yang sekadar viral sesaat," ujar Agung, Jumat, 21 Agustus 2026.

img_title Kolaborasi ShopeePay-Bimasakti Group Permudah Akses Pembayaran dan Top Up Digital

Menurutnya, pelaku usaha dalam kondisi persaingan seperti saat ini membutuhkan dukungan data untuk menentukan strategi bisnis, bukan semata mengandalkan intuisi.

Di sisi lain, biaya pemesanan melalui platform pengiriman daring juga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pelaku F&B. Rilis ESB menyebut regulasi pemangkasan komisi aplikator ojek online menjadi maksimal 8 persen per 1 Juli 2026 melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026 memberikan ruang bagi pelaku usaha.

Meski demikian, ESB menyebut biaya tersebut masih lebih tinggi dibandingkan komisi ESB Order yang berada di angka 5 persen. ESB Order menyediakan layanan pemesanan untuk kebutuhan dine in, takeaway, dan delivery.

CEO & Co-Founder ESB Gunawan mengatakan, pertumbuhan transaksi F&B di Surabaya memang menunjukkan kondisi positif. Namun, ia melihat pelaku usaha tetap menghadapi tekanan operasional yang dapat memengaruhi margin.

"Ketika harga bahan baku naik dan margin semakin tipis, setiap persen biaya yang bisa dihemat jadi keputusan strategis," kata Gunawan.

Menurut dia, data transaksi dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk melihat kinerja bisnis saat ini, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan strategi penjualan dan efisiensi ke depan.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya memperkenalkan OLIN by ESB, asisten kecerdasan buatan yang menyajikan custom data insights berdasarkan transaksi masing-masing merchant. Data tersebut dapat digunakan untuk memetakan menu yang berpotensi digunakan dalam program promosi.

ESB juga memperkenalkan ESB Order sebagai solusi pemesanan daring yang menghubungkan proses pencarian restoran dengan transaksi. Konsumen yang menemukan restoran melalui pencarian online dapat langsung melakukan pemesanan tanpa harus berpindah aplikasi.

Co-Founder & CEO Mr Suprek Teofilus Hartono menjelaskan, pertumbuhan bisnis F&B tidak cukup hanya mengandalkan popularitas atau tren.

"Viral itu penting untuk membangkitkan curiosity. Namun, yang membuat pelanggan kembali dan bisnis bertahan adalah sistem yang kuat di belakangnya," ujar Teofilus.

Ia mengatakan sistem operasional juga berperan ketika bisnis menghadapi turnover karyawan yang tinggi. Dengan sistem yang terdokumentasi, prosedur operasional standar atau SOP tetap dapat berjalan secara konsisten.

Sepakat dengan Teofilus, Owner Guri Ramen Surabaya & Malang Andre Setiawan mengaku, sebelum menggunakan ESB, ia harus mengelola data kasir, stok, dan laporan penjualan dari sejumlah sistem berbeda. Namun setelah menggunakan sistem terintegrasi ESB, data kasir dapat terhubung dengan stok dan laporan tersedia secara real-time.

"Hal ini sangat membantu pengelolaan bisnis, terutama yang memiliki outlet di lebih dari satu kota," tutupnya.