97 Persen Pekerja IHT di Jatim dari Kaum Hawa, Jadi Tulang Punggung Keluarga

Pekerja IHT saat menerima BLT dari Gubernur Jawa Timur
Sumber :
  • Nur Faishal/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Para Pekerja di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) di Jawa Timur didominasi oleh kaum hawa atau kalangan perempuan. Mereka tersebar di sektor perkebunan maupun pabrik produk tembakau. Kesemuanya itu merupakan tulang punggung keluarga.

img_title Akhir Juli 2026, Bulog Jatim Salurkan 99.004 Ton Beras ke 4.050 Outlet

“Rata-rata usia kerja mereka sudah 25 tahun. Perempuan hebat yang bisa membantu perekonomian keluarga,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, dalam keterangan tertulis yang diterima Viva Jatim, Senin, 28 Agustus 2023.

Ia melanjutkan, para perempuan yang ada di IHT juga mampu menyekolahkan anak-anaknya di berbagai jenjang pendidikan. Semangat kerja mereka di IHT menjadi cerminan kerja keras dan ruang bahagia bagi keluarga mereka.

img_title Rustini Muhaimin Buka Muspimnas Perempuan Bangsa, Serukan "Arah Baru" Politik Perempuan Indonesia

Direktur Sampoerna, Elvira Lianita, mengatakan, pihaknya bangga bahwa pekerja sigaret kretek tangan (SKT) Sampoerna didominasi oleh perempuan-perempuan hebat yang mayoritas mengemban peran ganda sebagai tulang punggung keluarga. 

”Ibu-ibu SKT yang bekerja di sini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya, berhasil menyekolahkan anak-anaknya dan tidak sedikit yang menjadi sarjana, bahkan banyak juga yang merintis dan memiliki UMKM,” kata Elvira.

img_title Jambret Incar Perempuan dan Anak di Lumajang Ditangkap, Barang Curian Dijual Online

Ia melanjutkan, Sampoerna juga terus berupaya mewujudkan komitmen untuk mendukung kesejahteraan pekerja di sektor SKT yang padat karya. Salah satunya memberikan dukungan dalam hal pengembangan wirausaha para ibu-ibu selepas waktu bekerjanya. Langkah ini mampu memberi dampak ganda bagi peningkatan roda perekonomian di lingkungan sekitar.

Sebagai penunjang, lanjutnya, pihaknya secara aktif memenuhi hak-hak bagi perempuan, seperti hak cuti melahirkan, menyediakan klinik, dan ruang menyusui.

“Selain itu, juga tersedia program pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan bagi karyawan dan keluarganya melalui program HOPE yang ditujukan bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun,” ungkapnya.

Saat ini, Sampoerna dan 38 Mitra Produksi Sigaret (MPS) mempekerjakan lebih dari 71.000 karyawan, dengan tenaga kerja SKT mewakili sekitar 85% dari total keseluruhan tenaga kerja Sampoerna. Jumlah ini menunjukkan penambahan sekitar 5.000 tenaga kerja dibandingkan tahun lalu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Ibu Gubernur beserta jajaran Pemprov Jawa Timur yang memperjuangkan kelangsungan Industri Hasil Tembakau melalui berbagai kebijakan, utamanya bagi segmen padat karya SKT,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title