Limbah PG Mojopanggung Rendam Pemukiman Warga, Aktivis Lingkungan: Pasang CCTV

Siswa saat melintasi banjir bercampur limbah PG Mojopanggung
Sumber :
  • VIVA Jatim/Madchan Jazuli

Jatim – Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi meminta agar Pabrik Gula (PG) Mojopanggung rutin memantau lokasi pembuangan limbah pabriknya. Begitu juga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung. Tidak hanya tiga bulan sekali.

img_title Polda Jatim Tangkap 11 Orang karena Diduga Selewengkan 185 Ton Gula

"Dalam naskah (laporan) di Dinas Lingkungan Hidup, secara berkala hanya 3 bulan sekali melakukan pengecekan limbah," ujar Juru Bicara PPLH Mangkubumi, Munif Rodaim kepada VIVA Jatim, Jumat 28 Oktober 2022.

Dalam beberapa hari terakhir, warga di Dusun Krajan, Desa Sidorejo, Tulungagung, resah. Pasalnya, rumah dan lahan sekitar tergenang banjir limbah PG Mojopanggung. Bahkan tanaman mengering dan hewan banyak mati. Setidaknya 50 kepala keluarga di Desa Sidorejo yang terdampak.

img_title Buka Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya, Wamenperin : Momen Lestarikan Wastra Daerah

Menurut Munif, PG Mojopanggung seharusnya memasang CCTV di lokasi pembuangan limbah, sehingga perusahaan maupun DLH Tulungagung secara berkala bisa memantau dan dengan mudah mengetahui kapasitas dan ambang batas limbah masih aman atau tidak.

Hal paling penting, kata Munif, PG Mojopanggung harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar. Jika terjadi banjir bercampur limbah dan sudah bisa menampung lagi, pihak perusahaan bisa menambah kapasitas IPAL.

img_title Petani di Kediri Senang Tebunya Terserap Pabrik Gula Ngadiredjo

Sebelumnya, pihak PG Mojopanggung berjanji akan mengecek lokasi dan penyumbatan-penyumbatan. “Kita tetap kolaborasi dengan wilayah desa termasuk lingkungan RT RW untuk mengatasi dampak bencana ini," kata Humas PG Mojopanggung, Azis Rahman.