Bismillahirrahmanirrahim Jogo Jatim
- Instagram Khofifah Indar Parawansa
Surabaya, VIVA Jatim –Warga Jawa Timur sepakat untuk menjaga kondisi di tengah-tengah masyarakat agar kondusif dan damai. Bersama pemerintah, Polri dan TNI, masyarakat kini bergandengan tangan saling menjaga.
Seruan saling menjaga tersebar luas di media sosial, juga di dunia nyata. Ajakannys begini, "Bersama Bergandengan Tangan Jaga Jawa Timur, Jaga Indonesia". Ada juga " Warga Jaga Warga".
Ajakan menyejukkan itu diserukan setelah kerusuhan terjadi di Kota Surabaya dan beberapa kabupaten/kota lain pada Jumat hingga Minggu, 29-31 Agustus 2025. Kerusuhan itu dilakukan oleh massa tak beratribut dan tanpa komando.
Selama 3 hari Kota Surabaya mencekam. Sebagian Gedung Negara Grahadi dibakar, kantor Polsek Tegalsari hangus dijarah dan dibakar, dan sejumlah pos polisi dan fasilitas publik lainnya dirusal massa.
Gedung Negara Grahadi Surabaya dibakar massa.
- Istimewa
Demonstrasi yang awalnya bertujuan mulia, yakni mengkritik kebijakan pemerintah dan DPR yang mengangkangi kepentingan rakyat, pudar karena ulah massa tanpa komando yang berbuat rusuh.
Akibat lainnya, warga resah. Beraktivitas tak tenang, kegiatan ekonomi terancam. Bahkan, Kadin Jatim mengingatkan dampak buruk ekonomi dan travel warming dari negara luar apabila kerusuhan tetap terjadi.
Kini, tuntutan masyarakat sudah dipenuhi oleh pemerintah dan DPR. Kebijakan yang jadi polemik dievaluasi. Tunjangan rumah DPR yang jumbo dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri dibatalkan.
Petinggi partai juga sudah menonaktifkan kadernya yang duduk di anggota DPR, yang dinilai jadi pemicu dan penyulut kemarahan rakyat karena sikap dan pernyataan mereka. Mereka yang dicopot juga sudah ditelanjangi secara moral dan terhukum secara sosial.
Pun demikian dengan anggota pelindas driver ojol Affan Kurniawan, sudah diamankan dan diproses oleh Polri. Mska apa perlunya aksi anarkis itu terjadi lagi.
Karena itu, yok bismillahirrahmanirrahim, kita jaga Jawa Timur.