Apa Dampak Halal Bihalal pada Momen Idul Fitri ?

Ilustrasi Halal Bihalal
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Halal Bihalal merupakan tradisi umat Muslim Indonesia setiap Idul Fitri. Saling mengunjungi antar sanak saudara, kerabat dan teman sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Apa makna Halal Bihalal?

img_title Indosat Catat Lonjakan Trafik Data 20 Persen Selama Mudik Lebaran, Malang Tertinggi untuk Jatim

Menurut Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Cholil Nafis mengatakan istilah Halal Bihalal berasal dari usulan Kiai Wahab Hasbullah. Ketika itu, Kiai Wahab diminta pendapatnya oleh Presiden Soekarno tentang rekonsiliasi dan konsolidasi.

Ia mengatakan Halal Bihalal sebenarnya berangkat dari tradisi masyarakat Indonesia sendiri yakni sungkeman dan silaturahmi. Halal Bihalal sendiri memiliki arti orang yang berdosa itu haram.

img_title Arus Balik Belum Usai, Polda Jatim Ingatkan Warga Waspada Saat Berkendara

"Jadi kalau sudah lebaran ya harus dihalalkan. Halal Bihalal dalam konteks Keindonesiaan adalah local wisdom untuk melakukan rekonsiliasi," jelasnya.

Menurut Kiai asal Madura ini mengatakan Halal Bihalal bisa dilakukan oleh semua kalangan. Baik mereka yang berpuasa maupun tidak berpuasa.

img_title Volume Lalu Lintas di Tol Sumo Meningkat 33 Persen Pada Periode Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 1447 H

Kiai Cholil menjelaskan dampak positif dari tradisi Halal Bihalal. Menurutnya dalam Halal Bihalal terdapat kesadaran keberagamaan yang dikombinasikan untuk kehidupan berbangsa. Ada juga kolaborasi nilai-nilai keagamaan dengan kebudayaan lokal.

Karena itu Halal Bihalal dinilai memberilan dampak positif terhadap kehidupan berbangsa, termasuk perpolitikan di Indonesia yang beradab.