Kucing Gaduh Bongkar Keberadaan Ular Piton di Gresik, Petugas Damkar Turun Tangan

Petugas Damkar mengevakuasi ular piton di rumah warga di Gresik.
Sumber :
  • Dokumen Dinas Damkar dan Penyelamatan Gresik.

Gresik, VIVA Jatim – Bermula dari suara gaduh kucing, seekor ular piton sepanjang 3 meter ditemukan Yasmi di rumahnya yang berada di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Selasa, 26 Mei 2026. Segera ia menghubungi Call Center Gresik 112. Tak lama kemudian tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat datang mengevakuasi reptil yang menyerang dengan cara melilit mangsasnya itu.

img_title Kodim 0817 Gresik Latih Prajurit Hadapi Kondisi Darurat Gudang Munisi

Peristiwa itu terjadi 08.24 WIB. Saat itu, Yasmi yang baru pulang dari masjid mendengar suara kucing yang gaduh. Setelah dicek, ternyata seekor ular piton berukuran besar berada di sisi tembok rumahnya. Karena panik, ia segera meminta bantuan Heri, warga sekitar yang berada di warung dekat lokasi.

Laporan kemudian diteruskan ke Command Center Gresik 112 dan langsung ditindaklanjuti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik Pos Kota.

img_title Truk Tangki Bermuatan Bahan Baku Sabun Terguling di Gresik Bikin Tiga Pengendara Luka

Petugas rescue bergerak menuju lokasi pukul 08.26 WIB dan tiba delapan menit kemudian. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan penyisiran untuk memastikan posisi ular sebelum akhirnya berhasil mengevakuasi reptil tersebut dengan aman.

Proses evakuasi selesai pada pukul 08.52 WIB tanpa adanya korban jiwa maupun kerugian material.

img_title Ketika Pemeran Rambut Sewu Jumpa Penggemar di Gressmall

Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Teguh Priyanto, mengatakan respons cepat dilakukan setelah laporan warga diterima petugas.

“Kami langsung menerjunkan personel begitu laporan masuk. Saat tiba di lokasi, ular berada di area dekat tembok rumah warga dan berhasil kami evakuasi dengan aman tanpa menimbulkan korban,” ujar Teguh Priyanto.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar, terutama saat musim tertentu dan di kawasan permukiman yang berdekatan dengan area terbuka atau saluran air.

“Jika menemukan ular atau satwa berbahaya lainnya, warga diimbau tidak melakukan penanganan sendiri karena berisiko. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan aman,” tambahnya.

Dalam operasi tersebut, Damkar Gresik mengerahkan satu unit mobil rescue Panther bersama tujuh personel, yakni Dadang S, Subroto, Hendric DF, Aditya R, M Riki, Angga, dan Lutfi K.

Berdasarkan data Damkar Gresik, hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 95 kejadian rescue atau penyelamatan telah ditangani. Sementara jumlah kejadian kebakaran mencapai 12 kasus sepanjang bulan ini.