Begini Cara Cegah Penggunaan Gadget Berlebih pada Anak selama Libur Natal

Ilustrasi anak main gadget
Sumber :
  • viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim – Selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, penggunaan gadget secara berlebihan marak terjadi pada anak. Kegiatan belajar-mengajar yang minim serta interaksi dengan keluarga yang kurang, juga membuat anak bosan dan mengalihkan perhatiannya kepada gadget.

img_title Pasutri di Jember Jual Tujuh Anak Perempuan Jadi PSK

Hal ini bisa menjadi masalah besar bila dibiarkan begitu saja. Anak akan mengalami kecanduan yang kuat serta tumbuh kembang dan emosional anak menjadi buruk. 

Maka penting bagi orang tua untuk mencari solusi untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak. Anak-anak yang kecanduan perangkat elektronik akan menghabiskan banyak waktu di layar komputer, TV, ponsel, atau tablet.

img_title Kadin Jatim Cetak Tenaga Child Care Bersertifikat, Dorong Profesi Pengasuh Anak Jadi Karier Menjanjikan

Mereka akan mengabaikan hal-hal yang mereka lakukan di sekitarnya, seperti bermain dengan teman atau belajar, bahkan sampai mereka lupa waktu makan. Anak akan lebih senang sendiri daripada berkumpul dengan teman-temannya.

Dan momen liburan akhir tahun pun selayaknya menjadi masa yang dinantikan baik oleh para remaja maupun orang tua untuk dapat menghabiskan waktu bersama dengan beragam kegiatan.

img_title Jambret Incar Perempuan dan Anak di Lumajang Ditangkap, Barang Curian Dijual Online

Maka, peran orang tua sangat penting dalam memastikan keseimbangan kehidupan digital remajanya selama masa liburan. Sebagai platform digital, TikTok berkomitmen untuk melindungi penggunanya, termasuk para remaja, sekaligus mendorong penggunaan platform digital yang lebih bijak.

Dengan akses mudah ke perangkat digital, remaja cenderung menghabiskan waktu bermain game, menjelajahi media sosial, atau mencari hiburan daring.

Berikut tips-tips menarik yang dapat membantu menciptakan liburan sekolah yang bermanfaat sekaligus seru bagi anak remaja, dikutip dari VIVA, Senin, 30 Desember 2024:

1. Buat Jadwal Kegiatan yang Seimbang

Belakangan ini, muncul istilah "brain rot" yang diartikan sebagai pembusukan otak karena terlalu banyak dan terlalu lama mengkonsumsi konten digital yang tidak berkualitas.

Untuk menghindari hal ini, pembatasan waktu layar yang sehat menjadi sangat penting.

Selama liburan, orang tua tetap perlu mengajak anak remajanya untuk menyusun jadwal kegiatan yang seimbang antara kegiatan di dunia maya maupun di dunia nyata.

Di TikTok, terdapat kebijakan batas waktu layar maksimal 60 menit untuk pengguna di bawah 18 tahun. Hal ini bisa menjadi patokan bagi orang tua untuk menerapkan pengaturan waktu layar yang sesuai bagi anak remajanya.

Halaman Selanjutnya
img_title