JAPFA dan Greenfields Distribusikan Lebih dari Seribu Sapi Perah Bunting ke Peternak Lokal

Serah Terima Sapi Perah kepada Peternak Lokal
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Probolinggo, VIVA Jatim-Lebih dari seribu sapi perah bunting dari Australia dibagikan kepada 120 peternak lokal oleh JAPFA dan GreenfieldsSelasa, 15 Juli 2025. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian susu nasional.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan sapi perah yang diberikan kepada petani lokal tersebut sudah terjamin kualitasnya. Ia menegaskan JAPFA berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional dari sisi hulu.

"Kami ingin mendorong pertumbuhan industri susu lokal sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi lonjakan permintaan di masa depan," ujar Rachmat saat pendistribusian sapi perah bunting, di PT Santosa Agrindo, Tongas, Kabupaten Probolinggo.

img_title i-Sentra @Lamongan Dorong Transformasi Industri dengan Kebijakan KLIK dan Perizinan Terpadu

Ia mengakui masih banyak tantangan dalam industri peternakan nasional dalam upaya meningkatkan konsumsi susu. Pasalnya, Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Sehingga sisanya harus mengandalkan impor.

Menurutnya kondisi ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas peternakan, kualitas susu yang bervariasi, serta keterbatasan infrastruktur dan teknologi. Ia menegaskan kebutuhan susu ke depan akan terus meningkat seiring dengan adanya program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

img_title Harga Telur Anjlok di Tingkat Peternak, DPRD Jatim akan Panggil Dinas Terkait

Sementara itu, CEO Greenfields, Akhil Chandra menambahkan program ini diyakini akan semakin menambah jumlah mitra peternak lokal di bawah program KSG yang telah digagas Greenfields sejak tahun 2007.

Hingga kini, Greenfields telah bermitra dengan lebih dari dua ribu peternak sapi perah. Ia menjelaskan setelah sapi didistribusikan, pendampingan kepada para mitra peternak akan dilakukan dengan berbagai dukungan agar pengelolaan ternak dapat berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Pada akhirnya, diharapkan usaha peternakan rakyat dapat semakin berkontribusi pada upaya peningkatan produksi Susu Segar Dalam Negeri,” katanya.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean memastikan seluruh prosedur karantina telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku terhadap sapi-sapi tersebut. Badan Karantina Indonesia telah melakukan analisis risiko, pemeriksaan fisik, dan uji laboratorium untuk menjamin kesehatan seluruh sapi perah impor yang didatangkan ke Provinsi Jawa Timur.

"Selama 14 hari, seluruh sapi perah berada di dalam instalasi karantina hewan, dan pada hari ini dapat dilakukan pembebasan setelah dinyatakan sehat oleh dokter hewan karantina yang kami tugaskan di Balai Karantina hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title