Faktor Penyebab Stunting dan Cara Mencegahnya Menurut Spesialis Gizi

Mengenal faktor penyebab stunting dan cara mencegahnya
Mengenal faktor penyebab stunting dan cara mencegahnya
Sumber :
  • Istimewa

Jatim – Indonesia masih punya pekerjaan rumah yang lumayan berat. Pasalnya untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2045, negeri yang kaya raya ini masih terkendala dengan problem stunting.

Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk oleh pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah masalah stunting di Indonesia. Bila stunting teratasi maka generasinya tentu akan lebih produktif dan berkualitas. Sehingga mampu menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang. 

Namun faktanya tak semudah yang diucapkan. Meski berbagai upaya itu telah dilakukan, namun angka stunting masih cukup tinggi. Berdasarkan data survei status gizi balita di Indonesia (SSGBI) tahun 2021 silam, prevalensi stunting masih berada di angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Dengan kata lain, 1 dari 4 balita di Indonesia mengalami stunting. 

Kendati begitu, sesulit apapun stunting tetaplah harus dicegah, tak boleh dibiarkan. Sebab bila dibiarkan maka berdampak terhadap daya tahan tubuh anak, yakni infeksi, kesulitan dalam pembelajaran, gangguan tumbuh kembang dan ke depannya dapat berisiko penyakit tidak menular. 

Dokter Spesialis Gizi, dr Marya Haryono, M.Gizi, Sp.GK, FINEM mengatakan bahwa Indonesia bebas stunting dapat tercapai apabila terpenuhi pemberian nutrisi adekuat selama 1000 hari pertama kehidupan anak, lebih baik lagi, jika selama siklus kehidupan seseorang. 

Nutrisi adekuat diperlukan sejak awal kehamilan, menyusul, pemberian MPASI hingga anak berusia 2 tahun. 

“Nutrisi yang adekuat Artinya harus memenuhi seluruh unsur nutrisi, termasuk protein. Jika pemenuhan energi seseorang cukup tetapi Jumlah protein tidak memadai, tentu akan mengganggu pembentukan sel-sel yang sehat. Demikian pula bila terjadi defisiensi unsur nutrisi lain. Makanan sumber protein akan menyediakan asam amino bagi tubuh kita,” kata dr. Marya dikutip dari VIVA Lifestyle, Kamis, 26 Januari 2023. 

Protein dari makanan sehari-hari dapat berasal dari sumber hewani dan nabati. Contoh protein hewani ialah putih telur, ikan, ayam, daging merah, hingga susu.