Apa Itu LINAC dan CT Simulator? Radioterapi Kanker RS Siloam Surabaya
- Mokhamad Dofir
Ia menjelaskan, radioterapi dapat diberikan kepada pasien pada berbagai stadium kanker. Pada stadium awal hingga menengah, terapi umumnya ditujukan untuk penyembuhan atau kuratif. Sementara pada stadium lanjut, radioterapi dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Perkembangan teknologi radioterapi saat ini memberikan peluang yang semakin besar untuk terapi yang lebih tepat sasaran dengan meminimalisir paparan pada jaringan sehat di sekitar area target. Dengan dukungan LINAC dan CT Simulator, proses perencanaan dan pemberian terapi dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga membantu meningkatkan kualitas penanganan pasien kanker,” lanjutnya.
Lebih lanjut dia sampaikan, LINAC merupakan teknologi radioterapi eksternal yang menghasilkan pancaran sinar X berenergi tinggi dengan tingkat presisi hingga 0,5 milimeter untuk menghancurkan sel kanker. Teknologi ini memungkinkan dosis radiasi difokuskan secara tepat pada area tumor sehingga dapat memaksimalkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi paparan pada jaringan sehat di sekitarnya.
Sementara itu, CT Simulator berperan pada tahap perencanaan terapi dengan menghasilkan pencitraan tiga dimensi yang detail. Teknologi ini membantu dokter dan tim radioterapi menentukan lokasi, ukuran, dan bentuk tumor secara akurat sehingga terapi dapat dirancang sesuai kondisi anatomi masing-masing pasien.
dr Dyah menambahkan, dibandingkan teknologi radioterapi generasi sebelumnya, LINAC menawarkan tingkat presisi yang lebih baik dalam melindungi organ sehat di sekitar area target.
“Dengan teknologi yang sekarang kami miliki, presisi radiasi menjadi lebih baik dan organ di sekitar target dapat lebih terlindungi,” katanya.
Sedangkan durasi penyinaran menggunakan LINAC kata dia, relatif singkat. Secara umum, proses penyinaran hanya berlangsung antara tiga hingga 10 menit, sementara keseluruhan sesi radioterapi, termasuk persiapan pasien, memerlukan waktu sekitar 20 menit.
“Dosis radiasi diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien, umumnya satu kali sehari selama lima hari dalam sepekan. Namun, jumlah dan frekuensi terapi berbeda pada setiap pasien tergantung jenis kanker, stadium, serta tujuan pengobatannya,” jelasnya.
Selain menghadirkan teknologi medis terkini, RS Siloam Surabaya juga didukung tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis dan tenaga kesehatan terlatih untuk memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan di Jawa Timur.