Terungkap, Jackie Chan Ternyata Pernah Main Film Dewasa

Adegan Jackie Chan di film dewasa.
Adegan Jackie Chan di film dewasa.
Sumber :
  • Hype/Viva.co.id

Jatim – Bintang film laga dunia Jackie Chan mengungkapkan bahwa dirinya dulu pernah bermain dalam film dewasa. Dia terpaksa bermain di film berbau porno tersebut karena tergiur dengan besaran duit sebagai bayarannya.

Film dewasa yang dibintangi Jackie itu berjudul All In the Family. Itu adalah satu dari 150 film yang dibintanginya sepanjang karir di dunia peran. Dilansir dari Hype sebagaimana dilaporkan VIVA pada Senin, 26, film dewasa yang dibintanginya itu rilis pada tahun 1975.

Ia mengaku terpaksa menerima tawaran bermain di film jorok tersebut karena menurunnya angka penjualan film-film laga yang dibintanginya.

Jackie Chan memainkan peran sebagai Little Tang, seorang penarik rickshaw atau kereta beroda tiga. Dia menjadi seorang selingkuhan wanita dari kalangan elit bernama Spring Lady yang tengah merasa jenuh lantaran suaminya sibuk. 

Dalam film tersebut, Jackie Chan mengaku melakukan adegan seks pertamanya. Meski begitu, film ini sebetulnya bergenre komedi, namun karena ada beberapa adegan seks di dalamnya, banyak yang menilai film ini sebagai film porno. 

Bahkan, pada film tersebut Jackie Chan bukan hanya melakukan adegan seks pertama saja, melainkan film itu juga menjadi satu-satunya film yang dibintangi Jackie Chan tanpa mempertontonkan adegan perkelahian.

 “Saya harus melakukan apapun untuk menghasilkan uang di masa itu, tapi saya pikir itu bukan masalah. Film porno pada masa itu lebih konservatif daripada film-film saat ini,” kata Jackie Chan.

Meski tidak mempersoalkan hal tersebut, Jackie Chan mengaku tidak nyaman melakukan adegan seks. Bahkan, butuh waktu bagi dia selama 34 tahun untuk kembali melakoni adegan serupa, tepatnya di tahun 2009 ia kembali melakukannya di film Shinjuku Incident. 

Jackie Chan selalu berperan menjadi orang baik dan kerap menolak karakter jahat. Alasannya, ia tidak ingin memberikan contoh tidak baik kepada anak-anak yang menyaksikan filmnya. 

“Meskipun film saya di-dominasi film aksi, saya tidak melakukan kekerasan, mengumpat atau melontarkan kata-kata tidak pantas. Karena banyak anak-anak menyaksikan film saya,” ungkap pria berusia 68 tahun itu.