Demi Jaga Suplai Listrik, PLN Imbau Warga Madura di Sekitar SUTT Tidak Lakukan Ini

PLN UIT JBM saat memberikan penjelasan di hadapan warga.
Sumber :
  • Viva Jatim/M Dofir

Surabaya, VIVA Jatim – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengajak warga Madura, terutama yang berada di jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) menjaga sistem transmisi tetap andal dengan tidak melakukan kegiatan yang bisa mengganggu suplai listrik.

Ketum MKI Ungkap Pentingnya Kolaborasi untuk Wujudkan Ketahanan Energi

General Manager PLN UIT JBM, Amiruddin mengatakan, sejumlah kegiatan yang bisa memicu kerusakan infrastruktur listrik sehingga suplai menjadi terganggu diantaranya, bermain layang-layang, menebang pohon, menggunakan aluminium foil pengusir burung atau mendirikan bangunan di sepanjang jaringan SUTT.

"Jika benda asing seperti layang-layang, pohon dan bangunan mengenai konduktor tower transmisi berpotensi menjadi penyebab gangguan sistem kelistrikan," ujar Amiruddin saat memberikan paparannya dalam kegiatan rutin tahunan di Desa Sendang Laok, Bangkalan, Sabtu, 25 Mei 2024.

Menteri ESDM Bahlil ke Surabaya, Cek Kelistrikan PLN Jelang Lebaran 2025

Ia menambahkan, SUTT merupakan obyek vital nasional yang berperan sangat penting terhadap keandalan pasokan listrik di Pulau Madura.

"Maka jika terjadi gangguan keamanan, akan berdampak pula untuk suplai kelistrikan di seluruh Madura," tambahnya.

4.782 Personel PLN Jatim Siaga Amankan Pasokan Listrik saat Idul Fitri 2025

Menurutnya, langkah preventif ini dilakukan mengingat suplai listrik ke Madura berasal dari sistem Jawa Timur. Apalagi saat Idul Adha, yang diharapkan perayaan hari raya ini berlangsung lancar tanpa ada pemadaman listrik.

"Saat ini suplai listrik sebesar 335 Megawatt disalurkan ke Madura dari Gardu Induk Bangkalan. Upaya penguatan suplai listrik ke Madura terus dilakukan, sehingga menjaga sistem kelistrikan yang sudah ada di Madura tetap harus dilakukan," tandasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title