Heboh Saksi Paslon Pilkada Sampang Dikeroyok dengan Senjata Tajam, 1 Tewas

Tangkapan layar dari video aksi pembacokan yang beredar di media sosial.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/Viva Jatim

Sampang, VIVA Jatim –Insiden berdarah terjadi di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Minggu, 17 November 2024. Kasus pembacokan hingga menewaskan Jimmy Sugito Putra ini, diduga terkait ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ribuan Warga Surabaya Ramaikan Jalan Sehat Risma-Eri Cahyadi: Wayahe Resik-resik Jatim!

Sebab, peristiwa berdarah itu berlangsung sesaat setelah Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz berkunjung ke salah satu kediaman tokoh agama di desa setempat. Sedangkan korban tewas, notabene saksi Paslon ini dalam Pilkada 2024.

Dari informasi yang beredar di media sosial juga menyatakan demikian. Seperti unggahan loid forger, pemilik akun X @KemenperinRI. Ia mengunggah video berisi insiden berdarah sambil mengaitkan hal itu dengan ajang pesta demokrasi, Pilkada.

KPU Sumenep Target Partisipasi Masyarakat Capai 80 Persen di Pilkada 2024

"Menjelang Pilkada Sampang terjadi carok yang menimbulkan korban jiwa. Memang sih Pemilu itu pesta demokrasi, tapi kita kan bukan Dothraki yang kalau pestanya tidak ada 3 korban jiwa dianggap membosankan!" tulisnya, Senin, 18 November 2024.

Tampak dalam video yang diunggah, sejumlah orang lengkap dengan senjata tajam berupa celurit berada di tanah lapang dikelilingi perumahan. Terdengar teriakan perempuan berlogat Madura sambil terisak-isak ketakutan.

Ini Harapan Penyandang Disabilitas Nganjuk Kepada Gus Muhibbin Jika Terpilih Jadi Bupati

Di video lain kemudian terlihat seseorang dikeroyok sambil dihujani sabetan celurit yang mereka bawa hingga tidak diketahui pasti nasibnya.

Meski banyak yang mengkaitkan dengan Pilkada 2024, penyebab aksi pembacokan masih belum diketahui pasti karena petugas kepolisian sedang menyelidikinya. Pihak Kepolisian Resor Sampang sebagai pemilik wilayah juga mendapat back up dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dalam menangani permasalahan ini yang dipimpin langsung oleh Direktur Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum).

"Polda back up penanganan dipimpin Dirkrimum," singkat Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Dirmanto ketika dikonfirmasi Viva Jatim.