Khofifah Tinjau Banjir di Mojokerto, Pastikan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Optimal
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Hasil kajian di lapangan bahwa penyebab genangan di Tempuran adalah banjir kiriman dari wilayah Jombang, dari sungai Avour Jombok maupun Avour Watudakon. Kondisi itu semakin diperparah dengan curah hujan tinggi di sejumlah wilayah hilir, termasuk Kediri, Jombang dan Mojokerto.
Posisi Desa Tempuran di kelilingi dua sungai yaitu Avur Jombok dan Watudakon, saking derasnya air kiriman dari Jombang membuat sungai meluap merendam kawasan permukiman.
"Tadi saya lihat sungai penuh, pukul 3 dini hari tadi sudah di pompa sehingga terlihat surut signifikan," ucap Khofifah.
Menurut dia, sampah tanaman eceng gondok memenuhi sungai Balongkrai juga perlu dibersihkan, untuk memperlancar aliran sungai. Sehingga upaya mengurangi banjir dapat optimal melalui pompa dialirkan ke sungai.
"Eceng gondok dibersihkan agar aliran sungai lebih lancar, diharapkan sungai ada ruang untuk menampung air banjir yang dipompa itu. Pompa sudah siap tapi sungai masih penuh, nanti alirannya bersih dari eceng gondok bisa menampung sehingga banjir cepat surut," ungkap Khofifah.
Khofifah meminta kesehatan warga diperhatikan melalui ketersedian makanan yang bergizi di dapur umum. Juga ketersediaan obat di Posko kesehatan yang sudah didirkkan oleh tenaga kesehatan.
"Dapur umum tetap harus diaktifkan, dengan (Makanan) kadar gizi yang baik supaya kesehatan masyarakat terjaga dengan baik. Terima kasih kegotongroyongan seluruh relawan sudah sangat luar biasa," pungkasnya.