Ribuan Warga Gresik Terkena TBC
- VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim – Kasus Tuberkulosis (TB) atau TBC di Jawa Timur cukup signifikan, nomor dua tertinggi di Indonesia setelah Jawa Barat. Sementara di Kabupaten Gresik, periode Januari-Juni 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 10.308 terduga TBC. Sebanyak 1.444 di antaranya positif TBC setelah pemeriksaan.
Karena itu, Pemkab Gresik berupaya memperluas fasilitas layanan, seperti membuka pelayanan TB MDR di RSUD Ibnu Sina, serta memberikan penyuluhan tentang pola hidup sehat bagi warga. Misalnya, yang dilakukan Pemerintah Desa Pejangganan, Kecamatan Manyar dengan menggandeng Puskesmas Sembayat mengedukasi warga tentang penyakit TB.
Petugas Puskesmas Sembayat, Liya Linda Ernawati mengatakan pola hidup tidak sehat dan sembarangan bisa menumbuhkan bibit penyakit Tuberkulosis. Edukasi kepada warga ini sangat penting, agar bisa menekan penyakit TB.
"Untuk penderita ada etikanya saat batuk. Harus mengenakan masker saat berada di keramaian atau bersama orang lain. Tutup hidung dan mulut dengan lengan dalam saat batuk, atau tutup mulut dan hidung dengan tisu, lalu membuangnya di tempat sampah. Mencuci tangan dengan sabun yang airnya mengalir seperti di kran air," ujar Liya, Rabu, 27 Agustus 2025.
Pj Kepala Desa Pejangganan Agus Candra mengatakan, penyuluhan kesehatan tersebut untuk mendidik warga agar hidup sehat. Menurutnya, pola hidup sehat harus sudah menjadi keharusan dalam menjaga kesehatan warga.
"Mari sama-sama menjaga pola hidup sehat. Terutama dari menjaga dari pola makan, langkah awal untuk merawat hidup sehat agar terhindar dari penyakit. Jangan lupa dari pertemuan ini, agar di sampaikan kepada saudara, keluarga dan teman," terang Agus.
Ia menyampaikan, program penyuluhan atau edukasi tentang kesehatan terutama tuberkulosis ini, selaras dengan program Pemerintah Daerah yang ingin menekan pertumbuhan penyakit ini.
"Kami selaras dengan Pemerintah Daerah dan Dinkes tentang penanggulangan penyakit Tuberkulosis ini. Untuk itu, melakukan edukasi kepada warga Desa," jelas Agus.