TBC Masih Tinggi, Menko PMK Minta Hidupkan Lagi TOSS

Menko PMK Pratikno di Klinik TB RS Siti Khodijah.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Sidoarjo, VIVA Jatim-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, menegaskan komitmen pemerintah dalam percepatan penanganan tuberkulosis (TBC).

img_title Mahasiswa ITS Kembangkan Deteksi Dini TBC Lewat Suara Batuk Berbasis AI

Hal ini disampaikan saat ia meninjau Klinik TB Terpadu dan menghadiri Rapat Koordinasi dan Dialog Penuntasan TBC di RS Siti Khodijah Sidoarjo sekaligus menghadiri Rapat Koordinasi dan Dialog Penuntasan TBC di Aula KH Ahmad Dahlan, Kamis, 2 Oktober 2025.

“Jadi pemerintah ini sedang sangat serius menangani tuberkulosis [TBC]. Sebagaimana kita tahu bahwa prevalensi tuberkulosis di Indonesia itu tinggi, nomor dua setelah India. Dan kita tahu juga bahwa tuberkulosis ini kan sebetulnya penyakit lama, tetapi memang sempat terinterupsi waktu zamannya Covid yang lalu. Oleh karena itu, sekarang kita coba upayakan semaksimal mungkin untuk percepatan bagi penanganan tuberkulosis,” ujar Pratikno di hadapan wartawan.

img_title Tuberkulosis Jadi Ancaman di Gresik, Ini Langkah Dinas Kesehatan

Ia menjelaskan, pemerintah telah membentuk Tim Percepatan untuk Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) yang kini aktif di delapan provinsi prioritas, mayoritas di Pulau Jawa. Upaya ini juga diperkuat dengan program Desa Siaga TB yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

“Oleh karena itu, kita hidupkan lagi TOSS (Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh) ya, Temukan Obati Sampai Sembuh (TBC). Jadi kita enggak usah khawatir dengan tuberkulosis, tapi kita harus waspada,” tambahnya.

img_title Gresik Ditargetkan Bebas Tuberkulosis pada 2028, Ini yang Dilakukan Dinkes dan IDI-IIDI

Menurut Pratikno, penanganan TBC tidak hanya sebatas urusan medis, namun juga menyangkut dukungan lingkungan dan pola hidup sehat. Oleh sebab itu ia berharap tidak boleh ada lagi stigma buruk terhadap penderita TB.

“Penderita TB harus kita dukung, lingkungan sekitar harus mendukung, mengobati. Nanti kalau sudah diobati misalnya satu bulan, kan dia sudah tidak menular lagi,” tegasnya.

Dia melanjutkan, penderita TB perlu mendapat asupan nutrisi yang baik, rumah dengan pencahayaan dan ventilasi cukup, serta lingkungan yang mendukung. Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja lintas sektor.

“Nah, inilah kami lakukan supaya ini menjadi kerjaan semua sektor ya, semua sektor. Bukan hanya Kementerian Kesehatan, tapi juga kementerian yang lain kita sudah koordinasikan mengenai hal ini,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title