Nagara Institute-Akbar Faisal Uncensored Gelar Diskusi Kupas Peran Danantara di Surabaya

Nagara Institute-Akbar Faisal Uncensored diskusi bersama
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, Viva Jatim – Lembaga riset Nagara Institute bersama podcast Akbar Faizal Uncensored menggelar diskusi meja bundar berjudul ‘Peta Baru Ekonomi Pasca Reformasi BUMN: Jawa Timur Dapat Apa?’ di Hotel Wyndham, Surabaya, Selasa, 2 Desember 2025.

img_title Dibubarkan Aparat Madiun, Bedah Buku Reset Indonesia Akan Digelar di Surabaya

Acara diskusi menghadirkan para pakar kebijakan publik, ekonom hingga tokoh strategis dari sektor pemerintah maupun dunia usaha. Mereka menjadi narasumber untuk membahas arah baru perekonomian Indonesia setelah reformasi besar-besaran di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seiring pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Akbar Faisal mengatakan, kegiatan diskusi meja bundar atau RTD digelar secara estafet di 10 kota se-Indonesia untuk menyerap pemikiran soal peran Danantara. Dan Kota Surabaya menjadi lokasi pertama acara.

img_title Wali Kota Surabaya Eri : Transformasi Danantara Harus Buka Lapangan Kerja

"Kami akan memetik pemikiran-pemikiran publik dengan berkeliling di 10 kota di Indonesia. Dan yang pertama kami kunjungi adalah Kota Surabaya," ujar Akbar Faisal saat membuka diskusi.

"Kami mengambil peran memediasi pemikiran publik tentang apakah kehadiran Danantara sebuah jalan keluar atau justru tetap sebuah problem. Nagara Institute melakukan kajian untuk didiskusikan dengan para pemikir, pembuat kebijakan, dan kritikus kebijakan," lanjutnya. 

img_title BTN Kuasai 82 Persen Pasar KPR Subsidi Nasional dan 78 Persen di Jawa Timur

Dua peneliti Nagara Institute, Profesor Satya Arinanto dan Dr R Edi Sewandono menjadi pemantik diskusi. Keduanya memaparkan temuan awal dan kajian dari tim riset Nagara Institute mengenai Danantara sebagai mandat baru kemakmuran bangsa.

Setelah itu, empat narasumber diantaranya Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin, Anggota DPR Misbakhun dan Dosen Ekonomi Islam Unair Imron Mawardi, bergiliran memberi tanggapan dan pandangan atas temuan awal dan kajian tersebut. 

Pada kesempatan itu, Misbakhun mendapat giliran pertama memberikan pandangannya. Menurutnya, upaya pemerintah mereformasi BUMN secara besar-besaran dengan mendirikan Danantara adalah kebutuhan sejarah, bukan hanya program teknis. Karena BUMN harus dipangkas, difokuskan pada sektor strategis, dibebaskan dari beban masa lalu dan dikelola seperti korporasi profesional.

"Ini adalah keputusan politik yang saya kira sangat tepat," singkatnya.

Selanjutnya Emil Elestianto Dardak mendapat giliran kedua menyampaikan pandangan dengan memaparkan kondisi ekonomi Jawa Timur terlebih dahulu.

Halaman Selanjutnya
img_title