Rumah Layak Huni, Air Bersih dan Fasilitas Pendidikan, Tiga Program Besar Pemkab Gresik 2026

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prioritaskan tiga program besar 2026
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkomitmen mempercepat program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya agar warga kurang mampu mendapat hunian yang lebih sehat, aman dan nyaman. Juga program pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center dan pembangunan reservoir air bersih.

img_title Hilirisasi Rajungan Makin Kuat, Gresik Bidik Peningkatan Ekspor Perikanan Nasional

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 nanti untuk percepatan tiga program besar Pemkab yang berpihak pada kemajuan, kesejahteraan rakyat dan juga lebih pada memperkuat fokus pelayanan dasar ke masyarakat.

Komitmen tersebut mempertegas program prioritas yang telah menunjukkan progres positif dan signifikan, seperti peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, hingga revitalisasi ruang publik.

img_title Gresik Perkuat Budidaya Kambing dan Domba, Populasi Ternak Capai 192 Ribu Ekor

“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap rupiah anggaran akan diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran," ungkap Bupati dua periode ini.

Bupati Yani mengatakan program RTLH melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Hingga 26 November 2025, kualitas rumah layak huni meningkat mencapai 39 unit dari total 43 unit, sedangkan pembangunan rumah baru sudah 50 unit dari 102 unit yang di agendakan.

img_title Menteri PPPA Apresiasi Gresik Pertahankan Predikat KLA Kategori Nindya

“Pada rapat paripurna dengan DPRD, Selasa, 2 Desember lalu, Pemkab menargetkan pemerataan bantuan RTLH hingga seluruh kecamatan, karena kawasan kumuh harus ditangani secara menyeluruh,” ujarnya, Senin, 8 Desember 2025.

Lebih spesifik, Bupati Yani menerangkan permukiman kumuh tidak hanya ditandai rumah rusak atau jalan becek, tetapi juga kondisi warga yang tinggal tanpa kepastian hukum atas tanah, tanpa sanitasi yang layak, dan tanpa akses air bersih. 

“Program ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” terangnya.

Sementara lanjut Bupati, dalam pengembangan sarana pendidikan dan literasi sains, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang yang kini memasuki tahap akhir, dirancang sebagai pusat edukasi publik berbasis teknologi dan diproyeksikan menjadi ikon baru pembelajaran sains di Gresik.

Halaman Selanjutnya
img_title