Lapas Porong Terima Napi Teroris ISIS dan JAD, Siapkan Program Deradikalisasi

Napi teroris setiba di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Sidoarjo, VIVA Jatim – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya Kantor Wilayah Direktur Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur di Porong (Lapas Porong) Sidoarjo menerima pemindahan dua narapidana (napi) kasus terorisme dari Rutan Depok. Masing-masing napi semula terafiliasi dengan kelompok ISIS dan JAD

img_title Ketua FKPT Jatim Beberkan Makna Sahabat Deradikalisasi

Kedua napi teroris itu ialah FF dan ZJ. Oleh pengadilan, keduanya dihukum masing-masing 4 tahun dan 2 tahun penjara. Keduanya dipindah dari Rutan Depok dengan pengawalan ketat. Petugas Rutan Depok dan anggota Densus 88 Antiteror mengawal sampai tiba di Lapas Porong. 

"Setibanya di Lapas Kelas I Surabaya, petugas melaksanakan proses penerimaan sesuai SOP, meliputi pemeriksaan administrasi, verifikasi data, dan pemeriksaan kesehatan," kata Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kabid Adkam) Lapas Kelas I Surabaya Bambang Sugianto kepada VIVA Jatim pada Jumat, 19 Desember 2025.

img_title Enam Lansia Dapat Remisi dari Lapas Kelas I Surabaya

Napi teroris setiba di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.

Photo :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Ia menjelaskan, kedua napi kemudian ditempatkan di blok karantina dan menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling) sebelum mengikuti program pembinaan lanjutan, yakni asesmen secara menyeluruh untuk menentukan pola pembinaan yang tepat.

img_title Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya Bisa Urus Identitas Resmi di Penjara

"Kami koordinasi dengan BNPT dan pihak terkait lainnya akan terus dilakukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik," ujarnya.

Bambang menyebut, dengan bertambahnya 2 napi terorisme tersebut, jumlah napiter di Lapas Porong kini menjadi 6 orang. Lapas Porong berkomitmen membantu mereka meninggalkan ideologi ekstrem dan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Proses pembinaan akan fokus pada deradikalisasi dan reintegrasi sosial, dengan harapan mereka dapat menjadi warga negara yang produktif dan berkontribusi positif," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Lapas Kelas I Surabaya memiliki pengalaman dalam menangani kasus terorisme dan siap memberikan pembinaan yang efektif.

 "Kami akan terus berkoordinasi dengan BNPT dan wali napiter untuk mencapai tujuan ini. Dengan demikian, Lapas Kelas I Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas terorisme dan membantu narapidana kembali ke jalan yang benar," pungkasnya.