Tata Kelola Pertanahan Gresik Catat Capaian Optimal, Layanan Publik Bebas Tunggakan

Pelayanan kepada warga di kantor pertanahan Gresik
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim – Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mencatat capaian kinerja luar biasa sepanjang tahun 2025. Berbagai program strategis dan reformasi layanan berhasil direalisasikan, sejalan dengan agenda birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan.

img_title Bupati Kediri Serahkan LKPD Tahun 2025 ke BPK Jatim: Anggaran untuk Kepentingan Publik

Kepala Kantor Pertanahan Gresik, Rarif Setiawan mengatakan beberapa capaian tahun 2025 meliputi, PDDM nihil yang menandakan tidak ada tunggakan permohonan masyarakat. Juga percepatan sertifikasi rumah ibadah adalah memastikan kepastian hukum atas aset keagamaan.

Sedangkan realisasi anggaran 99,97 persen dan PNBP sebesar 192,93 persen, menunjukkan pengelolaan keuangan yang efektif.

img_title Apel Pemkab Kediri, Pasca Libur Lebaran Tekankan Penurunan Stunting-Kemiskinan

"Juga tujuh layanan prioritas capaian 100 persen, termasuk verifikasi data tanah, pembaruan peta, dan update Zona Nilai Tanah (ZNT) dan indeks sistem pengendalian intern (Strakom) 4,00 (A) mengindikasikan pengawasan internal yang kuat," ucapnya, Kamis, 8 Januari 2026.

Capaian ini mencerminkan konsistensi Kantor Pertanahan Gresik dalam menghadirkan layanan yang profesional, transparan dan akuntabel. Semua tunggakan permohonan masyarakat tercatat nihil hingga akhir 2025, memperlihatkan efektivitas sistem layanan dan penguatan pengawasan internal.

img_title Polresta Sidoarjo Raih Presisi Award Lemkapi

"Capaian ini hasil kerja kolektif seluruh jajaran. ini bukan sekadar angka, tetapi wujud upaya berkelanjutan membangun kepercayaan publik melalui melalui pelayanan yang bersih, cepat, dan dapat di andalkan,” ujar Rarif.

Rarif menambahkan, berkomitmen melanjutkan inovasi pelayanan, memastikan kepastian hukum dan mendukung pembangunan daerah melalui layanan pertanahan yang responsif dan modern.

"Fokus utama ke depan menguatkan digitalisasi layanan, akurasi data pertanahan dan integritas aparatur sebagai bagian dari transformasi layanan pertanahan yang adaptif terhadap regulasi dan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.