Dindik Jatim Siapkan 6 Program Prioritas Pembangunan Pendidikan 2027
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyiapkan enam program prioritas pembangunan pendidikan untuk tahun 2027. Program tersebut dibahas dalam Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja (Ranwal Renja) Dindik Jatim 2027.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan forum tersebut menjadi langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan pendidikan di Jawa Timur ke depan.
Menurut Aries, ada enam program utama yang menjadi fokus perhatian dalam pembangunan pendidikan, yakni penguatan kualitas pembelajaran, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, penguatan SMK berbasis industri, penguatan sekolah unggulan dan ketarunaan, pengembangan talenta serta prestasi siswa, dan pemerataan akses pendidikan yang inklusif.
“Pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, perencanaan pembangunan pendidikan harus dilakukan secara matang, partisipatif, dan berbasis kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujar Aries.
Ia berharap program prioritas tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur secara menyeluruh, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran, penguatan pendidikan vokasi, hingga perluasan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Aries menegaskan forum perangkat daerah ini merupakan diskusi strategis yang memiliki peran penting dalam proses perencanaan pembangunan pendidikan.
“Forum ini sangat penting karena menjadi ruang untuk melakukan sinkronisasi kebijakan pendidikan Jawa Timur dengan arah pembangunan provinsi maupun nasional,” katanya.
Menurut Aries, pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan sinergi lintas sektor serta dukungan berbagai pemangku kepentingan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak bagi dunia pendidikan.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada tiga fungsi utama, yakni sinkronisasi kebijakan, evaluasi program, serta perumusan prioritas kebijakan pendidikan tahun 2027.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Warsono, yang hadir sebagai narasumber, menilai forum ini penting untuk memberikan berbagai masukan strategis terkait arah pembangunan pendidikan di Jawa Timur.
Ia menyebut kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi antara guru yang kompeten, termotivasi, dan sejahtera dengan siswa yang memiliki potensi, motivasi belajar, serta dukungan keluarga.