Program SIKAP Jatim Panen Pujian di Rakor TPIP-TPID Jawa 2026
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memamerkan hasil panen Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP-TPID) Wilayah Jawa Tahun 2026.
Kegiatan bertema “Sinergi Penguatan Produksi Pascapanen dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan dan Kesejahteraan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global” itu menjadi ajang bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan dukungan nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional melalui sektor pendidikan.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan Program SIKAP merupakan inovasi yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mendorong sekolah memanfaatkan lahan menjadi area produktif, baik di bidang pertanian, perikanan maupun peternakan.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, namun juga menjadi bagian integral dari proses pembelajaran yang kontekstual dan bermakna,” ujar Aries dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026.
Dalam bazar hasil panen SIKAP yang digelar di The Westin Surabaya, berbagai komoditas hasil pertanian dan peternakan dipamerkan sekaligus diperjualbelikan. Mulai dari pisang Cavendish, telur omega, jahe, ubi ungu, labu madu, sereh, aneka keripik hingga berbagai sayuran seperti terong, kacang panjang, tomat, cabai dan timun.
Empat cabang dinas pendidikan yang terlibat dalam bazar tersebut yakni Cabdin Mojokerto, Tulungagung, Kediri dan Gresik.
Dari kegiatan itu, total transaksi penjualan mencapai Rp5.073.000 dari 20 produk yang dijual dengan harga mulai Rp4.000 hingga Rp40.000 per item.
Menurut Aries, Program SIKAP dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
“Kami berharap anak-anak bisa terkoneksi antara materi kurikulum dengan praktik di lapangan. Proses belajar menjadi lebih linier, anak-anak lebih bersemangat dan proaktif, karena mereka tidak hanya duduk di kelas,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Jawa Timur terus membuka ruang inovasi bagi sekolah agar program tersebut berkembang sesuai karakter dan potensi masing-masing satuan pendidikan.
Melalui Program SIKAP, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kemandirian serta kepedulian siswa terhadap ketahanan pangan dan lingkungan sejak dini.