Lewat Proyek PSEL, Gresik- Lamongan Kolaborasi Sampah Disulap Jadi Listrik

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di TPA Ngipik.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Jatim – Langkah serius mengubah sampah menjadi energi listrik mulai terlihat di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Gresik dan Lamongan memperkuat kolaborasi melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dengan TPA Ngipik menjadi salah satu contoh pengelolaan modern yang dilirik.

Dihukum Bayar Rp104 M Usai Kalah Gugatan Kelola Sampah, Ini Kata Pemkot Surabaya

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menerima kunjungan kerja Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di TPA Ngipik. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar daerah dalam pengelolaan sampah berbasis Waste to Energy (WtE).

Kedua daerah diketahui masuk dalam daftar 10 wilayah yang ditunjuk Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mendukung percepatan program nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di kawasan aglomerasi Surabaya Raya pada 2026.

Walkot Surabaya Eri Cahyadi Marah: TPS Kok Dibuat Rongsokan!

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kabupaten Lamongan meninjau langsung teknologi landfill mining yang diterapkan di TPA Ngipik. Teknologi ini menjadi andalan Gresik dalam mengurangi volume sampah secara efektif.

Bupati Yani menegaskan kesiapan Gresik untuk berkolaborasi dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis teknologi. Ia menyebut kerja sama ini melibatkan beberapa daerah di Surabaya Raya, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan.

BBM Tidak Naik, Pertamina Imbau Warga Tetap Tenang-Gunakan Energi dengan Bijak

Dalam skema tersebut, sampah yang telah diolah menjadi energi listrik akan dibeli oleh PLN sebagai bagian dari program pengembangan energi baru terbarukan.

“Potensi sampah dari Gresik mencapai sekitar 250 ton per hari, sedangkan Lamongan sekitar 100 ton per hari. Ini menjadi kekuatan besar jika dikelola bersama,” jelasnya, Rabu, 8 April 2026.

Sementara itu, Bupati Yuhronur Efendi mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang dinilai berhasil menghadirkan sistem pengelolaan sampah modern. Pihaknya akan banyak belajar, terutama terkait penerapan landfill mining yang belum diterapkan di Lamongan.

Tak hanya itu, juga menyoroti inovasi lain seperti pengolahan RDF (Refuse Derived Fuel) hingga pemanfaatan sisa makanan menjadi pakan ternak, burung, dan ikan. Menurutnya, inovasi tersebut bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan TPA di Lamongan.

“Kami akan menindaklanjuti ini melalui kerja sama atau MoU. Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab satu daerah, tapi gerakan bersama demi masa depan lingkungan,” ujar Bupati yang akrab di sapa Pak Yes ini.

Halaman Selanjutnya
img_title